DAMPAK CORONA: 6.518 Pekerja PHK, Pemprov NTT Siapkan Insentif

Pemprov NTT menyiapkan skenario bantuan sosial untuk membantu para tenaga kerja yang terkena dampak Covid-19.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Alfons Nedabang
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua, Senin (29/4). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sektor industri perhotelan dan restoran serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terdampak pandemi virus Corona (Covid-19). Perusahaan tidak beroperasi sehingga manajemen melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan karyawan.

Di Kota Kupang, pengelola Aston Hotel Kupang & Conventian Center merumahkan 15 karyawan harian sejak pertengahan Maret 2020.

General Manager Aston Hotel Kupang, Deddy S Thalib mengatakan, keputusan merumahkan karyawan untuk meminimalisir pengeluaran karena tingkat hunian hotel menurun drastis.

Virus Corona
Virus Corona (SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO)

"Apalagi setelah ada pemberhentian penerbangan. Tingkat hunian turun drastis, semua hotel di Kupang rata-rata 7-12 persen. Semakin parah dari sebelum penerbangan diberhentikan, hampir mendekati 0 persen," kata Deddy, Selasa (28/4/2020).

Ia menyebut kerugian yang dialami Aston Hotel Kupang mencapai 93 persen.
Hal yang sama disampaikan General Manager Incharge Swiss-Belinn Kristal Kupang, Lexy Manafe.

"Pasar tidak ada sama sekali, demand (permintaan) juga tidak ada. Tidak ada dana bergulir dari pemerintah sama sekali. Kami juga butuh subsidi dari pemerintah," ujarnya.

Beberkan Perjalanan Religinya, Dewi Sandra Ngaku Sempat Ingin Bunuh Diri Hingga Akhirnya Jatuh Cinta

Lexy mengungkapkan, manajemen hotel mulai mengurangi upah karyawan. Untuk bulan Maret 2020, karyawan masih diupah penuh. Sedangkan April karyawan hanya diupah dua minggu.

Ia mengakui, ada beberapa karyawan department yang dirumahkan dua minggu bahkan lebih. "Manajemen hanya mengubah sistem kerja. Status mereka tetap karyawan Swiss-Belinn Kristal Hotel dan bekerja bergilir tidak hanya kontrak tapi juga tetap. Tapi untuk harian sementara dirumahkan," ujarnya.

Sementara itu, pengoperasian M Hotel dihentikan sementara. Admin M Hotel, Maya mengatakan M Hotel ditutup hingga awal Mei 2020.

Direktur BPR Christa Jaya Kupang Lakukan Hal Janggal, Kredit Lunas Tahun 2017 APHT Diikat Tahun 2018

"Pertengahan Maret mulai sepi. Akhir Maret sampai awal April sepi sekali," ujar Maya saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (29/4/2020). Ia menyebut ada 18 karyawan dirumahkan.

Kondisi yang sama dialami restoran. Waroenk Seafood sepi pengunjung. Penjualan menurun hingga 70 persen.

"Pengunjung tidak dibolehkan lagi makan di tempat. Jadi selama ini Waroenk Seafood hanya menerima take away," jelas Marketing Communication and Representative Admim Waroenk Seafood, Yunita Sanu melalui Effendi, Selasa (28/4/2020).

Camat Magepanda : Pelaku Perjalanan di Perbatasan Wajib Jalani Pemeriksaan Saat Melintas

Effendi mengatakan, 50 persen karyawan dirumahkan. "Dirumahkan hanya untuk physical distancing. Jadi tetap akan masuk bila normal kalau ada keputusan pelonggaran dari pemerintah," ujarnya.

Beta Cafe juga ditutup sementara. "Kondisi ini sangat berat kita banyak istirahat dan saat ini belum buka lagi teman-teman lebih banyak dapat pesan antar itupun cuma seberapa. Barber pun sepi karena dampak ini," kata Rakha Safur.

Rakha mempekerjakan 8 karyawan, tiga di Beta Barber dan lima di Beta Cafe. Karena kondisi kurang kondusif sehingga hanya mempekerjakan empat karyawan, dua di kafe dan dua karyawan di barber.

Kepala Bulog Larantuka : Beras dan Minyak Goreng Bulog Larantuka Bertahan Empat Bulan

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved