Salam Pos Kupang

Solidaritas Menghadapi Wabah Corona

PANDEMI Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir. Penularan virus Corona di Indonesia masih terus terjadi.

Solidaritas Menghadapi Wabah Corona
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PANDEMI Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir. Penularan virus Corona di Indonesia masih terus terjadi. Hingga Senin (27/4), total ada 9096 kasus Covid-19. Ada penambahan 214 pasien dalam 24 jam terakhir.

"Konfirmasi kasus positif yang baru ada 214 orang, sehingga totalnya ada 9.096 orang," sebut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, kemarin sore.

Total pasien yang sembuh dari Covid-19 hingga saat ini ada 1.151 orang. Sedangkan pasien Covid-19 sebanyak 765 orang.

Tukang Ojek dan Sopir di Belu Tersenyum dapat Program Keselamatan 2020, Digaji Rp 600 Ribu/Bulan

Di NTT, pasien Covid-19 yang meninggal dunia memang belum ada. Namun, jumlah jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meningkat menjadi 1.667 orang. Rinciannya 1.609 ODP dan 57 orang PDP.

Sebanyak 31 PDP dinyatakan sembuh. Sementara, sebanyak 11 pasien masih dirawat di rumah sakit serta delapan pasien dipantau di rumah.

Bentuk Transparasi, Penyerahan Tempat Tidur Ke BPBD Ende Disaksikan Jaksa

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di NTT juga mengalami peningkatan, sebanyak 351 orang. Termasuk 40 orang yang telah selesai dipantau.

Dari data ini, kita belum bisa memastikan Indonesia, termasuk NTT masih belum aman dari virus Corona. Jumlah kasus masih berpeluang meningkat, korban meninggal dunia pun bisa bertambah. Apalagi kalau masyarakat acuh cuek dan tidak patuh dengan himbauan pemerintah. Masyarakat tidak memakai masker, tidak mencuci tangan dengan sabun, masih keluyuran serta tidak menjaga jarak. Hal ini dapat memicu penularan virus Corona.

Di sisi lain, virus Corona memberi dampak kepada semua sektor. Aktivitas ekonomi terhenti. Banyak orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Pedagang kaki lima berhenti berjualan. Tukang ojek dan taksi berhenti beroperasi. Mereka kehilangan pendapatan. Kehidupan ekonomi rumah tangga semakin suram. Kelaparan mengintai dan bakal menjadi nyata.

Pada tataran ini, di tengah merebaknya wabah virus Corona, diperlukan solidaritas bersama yang tinggi antar masyarakat. Upaya saling membantu dan gotong royong antara masyarakat. Nilai solidaritas dan gotong royong merupakan nilai lokal yang dimiliki masyarakat sejak dulu dan harus ditingkatkan di saat genting seperti saat ini dalam rangka melawan pandemik Corona.

Berbagai pihak, baik secara perorangan maupun lembaga, telah berinisiatif dan ambil bagian dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat. Seperti yang dilakukan Bripda Nindy Kotta. Anggota Polda NTT ini menggalang donasi membantu warga terdampak Covid-19 di Kota Kupang. Aksi kemanusiaan itu berawal dari kebiasaannya bermain media sosial.

Lewat akun Instagram @Carnndy, Bripda Nindy menggalang donasi. Ia mengajak rekan, sahabat serta pengikut (followers) mengumpulkan uang. Dukungan dan donasi pun mengalir. Dalam sepekan, Bripda Nindy berhasil mengumpulkan dana Rp 2 juta. Selanjutnya, uang tersebut digunakan membeli sembako dan masker. Kemudian, disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Apa yang dilakukan Bripda Nindy patut diapresiasi dan dicontoh. Kita berharap, ada pihak lain yang mengikuti jejak Bripda Nindy. Semoga.*

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved