Breaking News:

Temuan Tengkorak di TTS

Sebelum Menghilang, Margarita Diketahui Sempat Masuk Rumah Sakit dan Sudah Mulai Pikun

Sebelum menghilang pada November 2018 silam, Margarita Taopan (70), warga Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat diketahui sempat dirawat di RSUD Soe kar

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
PK/Dion Kota
Apris Tse saat menunjukkan kain milik ibu angkat, Margarita Taopan yang ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan tengkorak kepala manusia di sebuah bukit di belakang SD Inpres Nule 

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG. COM | SOE - Sebelum menghilang pada November 2018 silam, Margarita Taopan (70), warga Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat diketahui sempat dirawat di RSUD Soe karena mengalami kejang saat berada di kebun. Wanita yang pernah menjabat sebagai kepala Desa Tublopo ini, diketahui sudah mengalami pikun dan sering berjalan tanpa tujuan yang jelas.

Apris Tse anak angkat korban menceritakan, Margarita diketahui sejak tahun 2015 silam sudah mengalami gejalah pikun dan sering berjalan jauh tanpa tujuan yang jelas. Bahkan Margarita tak jarang tidur di hutan saat menghilang dari rumah.

" Mama ini sudah sering menghilang dari rumah dan berjalan jauh tanpa tujuan yang jelas. Terakhir, mama ditemukan di kebun oleh warga dalam kondisi kejang lalu dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Setelah di keluar dari rumah sakit, mama sempat di rumah beberapa hari sebelum akhirnya menghilang," ungkap Apris.
Penemuan tulang tengkorak dan tulang tangan yang diduga kuat milik Margarita bermula dari petunjuk seorang pendoa, Marci Benu.

Awalnya Apris hendak meminta Marci mendoakan sang istri yang sedang sakit. Namun dalam doanya, Marci justru melihat sosok wanita yang merupakan Margarita. Dalam penglihatan tersebut, Marci dibisikan agar meminta Apris dan keluarga mencari kembali Margarita yang menghilang dua tahun silam di sekitar Desa Tublopo.

Update Corona TTU,Jumlah ODP di TTU Terus Menurun Hingga 13 Orang Saja

" Pendoa itu kasih petunjuk keberadaan mama (Margarita). Dan ternyata benar, saat saya mengikuti petunjuk dari pendoa tersebut, saya menemukan tulang kepala dan kain milik mama," ujarnya.

Dirinya lalu melaporkan kepada polisi terkait penemuan tengkorak kepala manusia kepada pihak Pospol Neonmat. Dari hasil pencarian bersama warga, pihak kepolisian berhasil menemukan tulang tangan yang sudah tidak utuh lagi diduga tangan milik korban.

Diberitakan sebelumnya, Penemuan sebuah tengkorak manusia di Dusun D, Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat menggegerkan warga. Tengkorak manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh Apris Tse di sebuah bukit yang terletak tepat di belakang SD Inpres Nule.

Apris kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (28/4/2020) di lokasi kejadian mengatakan, dirinya menemukan tengkorak kepala manusia tersebut saat sedang mencari ibu angkatnya, Margarita Taopan (70) yang sudah menghilang sejak November 2018 silam. Pencarian sang ibu angkat kembali dilakukan oleh dirinya pasca mendapat petunjuk lewat seorang pendoa.(din)

Apris Tse saat menunjukkan kain milik ibu angkat, Margarita Taopan yang ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan tengkorak kepala manusia di sebuah bukit di belakang SD Inpres Nule

Apris Tse saat menunjukkan kain milik ibu angkat, Margarita Taopan yang ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan tengkorak kepala manusia di sebuah bukit di belakang SD Inpres Nule
Apris Tse saat menunjukkan kain milik ibu angkat, Margarita Taopan yang ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan tengkorak kepala manusia di sebuah bukit di belakang SD Inpres Nule (PK/Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved