Breaking News:

DPRD Ende Dukung Rencana Penutupan Perbatasan

Erik Rede mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Ende untuk menutup perbatasan.

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROMOALDUS PIUS
Wakil Ketua DPRD Ende, Erik Rede meninjau perbatasan Kabupaten Ende di Kecamatan Nangapanda, Selasa (28/4) 

DPRD Ende Dukung Rencana Penutupan Perbatasan

POS-KUPANG.COM|ENDE---Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende, Erik Rede mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Ende untuk menutup perbatasan.

Hal ini dikatakan Erik ketika dimintai komentarnya terkait dengan langkah Pemda Ende yang menutup perbatasan, Selasa (28/4) di Ende.

Erik menilai penutupan perbatasan adalah merupakan langkah konkrit Pemda Ende untuk mencegah kasus covid-19 di wilayah Kabupaten Ende.

Oleh karena itu pihaknya meminta semua elemen yang berhubungan dengan pencegahan virus corona atau covid-19 agar bisa menjaga pintu masuk ke Kabupaten Ende dengan baik guna mencegah virus tersebut masuk ke wilayah Kabupaten Ende.

Menurut Erik virus corona adalah virus yang datang dari luar daerah melalui mobilitas manusia dan oleh karena itu mobilitas manusia dari luar daerah harus diawasi secara ketat sehingga keberadaan virus bisa dikendalikan.

Erik mengatakan bahwa pihaknya pecan lalu bersama jajaran Muspida Kabupaten Ende telah meninjau perbatasan wilayah Kabupaten Ende di wilayah selatan Kabupaten Ende.

“Kalau pecan lalu kami meninjau perbatasan di bagian timur dan hari ini, Selasa (28/4) saya meninjau perbatasan di wilayah barat arah Kecamatan Nangapanda,”kata Erik.

Erik yang dihubungi sedang berada di Nangapanda mengatakan dari hasil peninjauan terlihat sarana dan prasarana pendukung pemeriksaan kepada manusia baik yang masuk dan keluar sangatlah minim. Hal ini menurutnya membuat proses pemeriksaan menjadi tidak maksimal.

Oleh karena itu pihaknya mendorong pemerintah untuk melengkapi berbagai sarana pendukung di perbatasan sehingga membuat proses pemeriksaan menjadi lebih maksimal.

Secara tehknis misalnya peralatan kerja pendukung harus diperbanyak dan begitupun petugas juga harus diperbanyak dan mereka juga diberikan insentif sepantasnya agar mereka bisa bekerja secara maksimal,ujar Erik.

Erik mengatakan bahwa petugas di perbatasan kerap kecolongan karena warga yang melintas tidak hanya pada siang hari atau jam kerja namun ada yang pada malam hari atau dini hari tak kala sudah tidak ada petugas yang jaga.

Menurut Erik idealnya petugas yang jaga harus 24 jam bersiaga di Posko namun tidak demikian kenyataannya di lapangan karena petugas hanya sampai jam 17.00 Wita. Kondisi demikian memberikan keleluasaan kepada warga untuk berpergian baik masuk dan keluar daerah.

Dampak Wabah Covid-19, Penjualan Motor Yamaha Turun Drastis

Bupati Malaka Perintahkan Inspektorat Mintai Keterangan Oknum Guru ASN yang Bersitegang di Barada

Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya mendukung dalam hal ini ikut mengamankan pelaksanaan penutupan perbatasan di lapangan.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved