Cegah Corona NTT

VIDEO - Di TTS, Bupati Tahun Kunjungi Rumah Nenek Ruth

VIDEO - Di TTS, Bupati Tahun Kunjungi Rumah Nenek Ruth, di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan.

Penulis: Dion Kota | Editor: Jhony Simon Lena

VIDEO - Di TTS, Bupati Tahun Kunjungi Rumah Nenek Ruth

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS, Egusem Piether Tahun bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, Jumat (24/4/2020) pagi berkunjung ke rumah Nenek Ruth Tafui (50) di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan. Dalam kunjungan tersebut Bupati Tahun juga membawa serta bantuan sembako dan uang tunai untuk Nenek Ruth.

Kedatangan Bupati Tahun disambut Nenek Ruth Tafui dan para tetangga yang sebelumnya sudah mendapat informasi kunjungan tersebut.

VIDEO - Bupati Robby dan Forkompimda Sikka Temui Penumpang Eks Lambelu di SCC Maumere

VIDEO - Pesan Vikep Ende Dalam Bahasa Daerah Nagekeo Lawan Corona

VIDEO - Cegah Corona NTT : IDI Cabang TTU Bantu APD Untuk 26 Puskesmas

Di halaman depan rumahnya, Nenek Ruth Tafui dan para tetangga menyambut kedatangan Bupati Tahun dan rombongan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tahun juga menyempatkan diri melihat kondisi dalam rumah nenek Ruth yang terbilang sangat memprihatikan. Rumah darurat berukuran 5 X 3 meter berlantaikan tanah merah dan berdinding bilah bambu bercampur bebak membuat Bupati Tahun prihatin.

Di hadapan Nenek Ruth Tafui dan dua orang cucu Nenek Ruth Tafui, Bupati Tahun berjanji akan membantu nenek Ruth dan keluarga agar bisa mendapatkan hidup yang lebih layak.

Bupati Tahun juga langsung memerintahkan Dinas Kependudukan untuk membuat e-KTP dan KK bagi nenek Ruth.
Dasar dokumen kependudukan tersebut selanjutnya, Bupati Tahun meminta Dinas Sosial untuk memproses Nenek Ruth agar masuk sebagai penerima bantuan Rastra ke depan. Dirinya juga menjamin nenek Ruth akan masuk dalam daftar penerima bantuan langsung tunai khusus warga yang terkena dampak Virus Corona (Covid-19).

"Saya datang bawa beberapa kepala perangkat daerah agar kita bisa keroyokan membantu nenek Ruth. Selama ini nenek Ruth belum tersentuh bantuan karena belum memiliki dokumen kependudukan," ungkap," Bupati Tahun.

Karena tanah yang ditempati nenek Ruth dan keluarga merupakan kawasan kehutanan lanjut Bupati Tahun, pihaknya tidak bisa membangunka rumah untuk nenek Ruth. Oleh sebab itu Pemda TTS akan mencarikan tanah untuk tempat tinggal nenek Ruth sehingga bisa dibangunkan rumah.

"Ini kawasan kehutanan jadi kita tidak bisa bangun rumah permanen. Nanti kita Carikan tanah untuk tempat tinggal nenek Ruth baru kita bantu untuk bangunkan," janjinya.

Tidak menutup kemungkinan, kondisi yang dialami nenek Ruth masih dialami warga TTS lainnya. Oleh sebab itu Bupati Tahun berencana menyampaikan pengumuman lewat Radio dan mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah desa dan kecamatan agar mendata warga miskin yang tidak belum terdata agar bisa mendapatkan bantuan.
" Kita akan minta Kades dan Camat untuk data warga miskin yang belum terdata sehinga bisa dimasukkan dalam penerima bantuan sosial," tegasnya.

Untuk diketahui, Nenek Ruth Tafui (50), warga Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, selama 23 tahun hidup dalam jeratan kemiskinan. Walau begitu, hingga kini dirinya tak pernah tersentuh bantuan pemerintah sama sekali. Wanita yang sudah menjanda sejak 2013 silam ini, tinggal di rumah darurat berukuran kurang lebih 5 X 3 meter berlantaikan tanah dan berdinding bilah bambu bercampur bebak. Rumah tersebut hanya memiliki satu kamar tidur dan satu ruang lain lagi yang berfungsi sebagai kamar tamu sekaligus ruang keluarga. Dalam rumah darurat tersebut Nenek Ruth tinggal bersama dua cucunya. Sementara dua orang anak kandungnya pergi merantau ke Papua dan Kabupaten Kupang.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nenek Ruth mengumpulkan kayu bakar guna di jual kepada tetangga. Karena hasil dari menjual kayu api tak cukup, Nenek Ruth terpaksa lebih sering mengandalkan bantuan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia bersama dua orang cucunya.

Nenek Ruth tak bisa terlalu banyak mengharapkan bantuan dari kedua anaknya. Anak laki-lakinya yang merantau ke Papua hingga kini tak pernah memberikan kabar. Praktis, Ruth hanya bisa mengharapkan bantuan dari anak perempuannya yang hanya bekerja serabutan di Kabupaten Kupang. Jumat, 24 April 2020 (Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Tonton, Like, Share, Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM

Ingat SUBSCRIBE, SHARE dan tinggalkan jejak di kolom KOMENTAR.

Update info terkini via ONLINE : https://kupang.tribunnews.com/

INSTRAGAM poskupangcom : https://www.instagram.com/poskupangcom/?hl=id

FACEBOOK : POS-KUPANG.COM: https://bit.ly/2WhHTdQ

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved