TIKI Cabang Utama Kupang Prediksi Kerugian Mencapai Ratusan Juta
Manager Operasional TIKI Cabang Utama Kupang, Ray Savlein mengungkapkan, kerugian yang diprediksi bisa mencapai ratusan juta rupiah
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pasca dikeluarkan peraturan yang melarang pesawat terbang hingga 1 Juni mendatang, Manager Operasional TIKI Cabang Utama Kupang, Ray Savlein mengungkapkan, kerugian yang diprediksi bisa mencapai ratusan juta rupiah.
"Karena sebelumnya pendapatan kita segitu per bulan, jadi kalau semua penerbangan dibatalkan berarti kita kehilangan jumlah segitu juga" ujarnya kepada POS-KUPANG.COM pada Jumat (24/04/2020).
Ray juga menambahkan, selama ini pihak perusahaan masih belum mengambil langkah untuk merumahkan para karyawan yang berjumlah 54 orang di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT).
• Bupati dan Wabup Matim Panen Raya Padi dan Jagung Ditengah Pandemi Covid-19
"Tidak mungkin kami serta merta rumahkan mereka begitu saja" katanya.
Ia mengakui, akibat wabah corona virus disease (Covid-19), perusahaan ini mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan.
"Kalau sebelum ini, barang masuk ataupun keluar bisa mencapai 12 ton sekarang bahkan hampir 6 ton saja" katanya lagi.
• Polsek Oebobo Polres Kupang Kota Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19
Terkait keputusan pemerintah untuk melarang semua penerbangan, Ray mengakui, pihaknya harus mencari alternatif, apakah mengembalikan barang customer atau tetap mengirim tapi lambat.
Rau juga meyakini penerbangan ini ditutup tidak untuk waktu yang lama.
"Untuk penumpang memang dibatasi tapi untuk distribusi barang saya rasa yang penting penanganannya sudah sesuai standar" ungkapnya.
Menurutnya, untuk barang sendiri tidak menjadi masalah karena benda mati tapi untuk karyawan - karyawan, bagaimana menangani barang itu yang perlu diperhatikan.
Ia juga mengatakan, saat ini adalah saat terburuk untuk setiap perusahaan namun hal itu tak membuatnya berpikir untuk merumahkan 54 karyawan TIKI Cabang Utama Kupang.
Untuk mengantisipasi keadaan, Ray sudah memberitahukan kepada semua karyawannya untuk melihat saja dulu keadaan dan kebutuhan masyarakat selama 1 minggu kedepan karena dalam masa ini keadaan tidak bisa dipaksakan.
Kebijakan perusahaan saat ini juga akan dibicarakan dengan costumer karena masih banyak costumer yang bisa dilayani dengan baik untuk internal NTT.
Sementara dari sisi pengeluaran juga dibatasi untuk hal - hal yang tidak penting kareba penurunan pendapatan sudah terasa sejak kecepatan pengiriman berkurang bulan Februari lalu.
Semenjak ada kebijakan tentang social distancing, banyak instansi pemerintah yang mengirimkan laporan dalam bentuk email, bukan lagi dokumen seperti sebelumnya.
Hal ini tentunya berpengaruh besar terhadap pendapatan perusahaan karena sebelumnya, surat menyurat yang memberi keuntungan tapi sekarang hal itu jadi kurang memungkinkan.
"Sekarang lebih dominan pengiriman paket olshop karena surat - surat dari instansi sudah jarang" tuturnya.
Sejauh ini, kata Ray, perusahaan masih stabil dalam artian tetap berjalan tetapi untuk income tidak bisa dikatakan stabil karena pendapatannya menurun drastis.
"Saya rasa semua perusahaan sedang mengalami hal yang sama, semua perusahaan pengiriman dan perusahaan lainnya sedang dalam kondisi buruk akibat wabah ini"
Ia juga mengungkapkan, TIKI Cabang Utama Kupang mendapat surat khusus dari Menteri Perhubungan untuk mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) dan ada beberapa yang sudah didistribusi.
Sebagai mitra pemerintah yang ditunjuk untuk menyalurkan APD, Ray mengatakan tidak bisa ditolak karena memang masyarakat membutuhkan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ella Uzu Rasi)