Corona di Sumba Barat

Pemkab Sumba Barat Tambah Anggaran Penanganan Virus Corona Jadi Rp 23 Miliar

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat ( Pemkab Sumba Barat) menambah anggaran penanganan pencegahan penularan virus corona

POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kadis Kesehatan Sumba Barat, drg.Bonar B.Sinaga sedang memantau pemeriksaan tim gugus tugas penanganan virus corona terhadap warga Sumba Barat dan Sumba Tengah yang baru saja tiba di posko km 6 ke arah barat kota Waikabubak, Sumba Barat, Jumat (24/4/2020) 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat ( Pemkab Sumba Barat) menambah anggaran penanganan pencegahan penularan virus corona sebesar Rp 23 miliar atau total Rp 25,8 miliar dari sebelumnya tersedia Rp 2,8 miliar.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan penularan virus corona tingkat Kabupaten Sumba Barat yang juga adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, drg.Bonar B.Sinaga menyampaikan hal itu di posko penanganan virus corona di km 6 ke arah barat kota Waikabubak, tepatnya di Lapas Waikabubak, Jumat (24/4/2020).

UPDATE CORONA di Sikka: Elisabeth Menangis Memelas Minta Pulang Ke Rumah

Menurutnya, dari jumlah tersebut Rp 11 miliar adalah dari Dinas Kesehatan Sumba Barat. Penambahan anggaran tersebut untuk mengadakan beberapa kelengkapan medis dan peralatan medis demi meningkatkan pelayanan dimasa pandemi corona ini. Pihaknya berharap masyarakat segera membawa anggota keluarga ke ouskesmas atau rumah sakit terdekat bila mengalami sakit.

Dalam kesempatan itu, ia menghimbu seluruh masyarakat Sumba Barat agar mematuhi himbauan pemerintah agar tetap berdiam di rumah, selalu mencuci tangan memakai sabun, makan makanan bergisi, tidur teratur dan selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Lawan Covid-19, PMI TTU Bagikan Masker dan Semprot Disinfektan di Tempat Umum

Dokter Bonar juga meminta para pelaku perjalanan jangan dulu berkeliaran bila berada dalam masa karantina. Para camat dan kepala desa diminta menertibkan warga yang berkeliaran terutama warga Sumba Barat yang baru saja tiba dan berada dalam masa karantina. Hendaknya mereka harus patuh dan taat menjalankan karantina mandiri selama 14 hari demi memutus mata rantai penularan virus corona di daerah ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved