Breaking News:

Corona di NTT

VIDEO - GP Ansor Minta Warga Muslim NTT Laksanakan Ibadah di Rumah dan Tunda Mudik Idul Fitri 2020

VIDEO - GP Ansor Minta Warga Muslim NTT Laksanakan Ibadah di Rumah dan Tunda Mudik Idul Fitri 2020

Penulis: Ryan Nong | Editor: Jhony Simon Lena

VIDEO - GP Ansor Minta Warga Muslim NTT Laksanakan Ibadah di Rumah dan Tunda Mudik Idul Fitri 2020

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1441 H, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur ( GP Ansor NTT) menyerukan himbauan kepada warga muslim di NTT. Seruan tersebut dilatari oleh situasi waspada pandemi Virus Corona (Covid-19) yang dialami umat manusia termasuk umat muslim dan seluruh warga di wilayah NTT.

Kepada warga NTT, pimpinan wilayah GP Ansor NTT menghimbau untuk tidak melaksanakan mudik dalam situasi waspada pandemi Covid-19 seperti saat ini. Selain menghimbau untuk menunda mudik, GP Ansor NTT juga menghimbau umat muslim untuk beribadah di rumah khususnya pada masa puasa.

VIDEO - Kelompok Pengajian Jamiyah NU Bajawa Bagikan Masker Gratis untuk Warga di Kabupaten Ngada

VIDEO - Polsek Amanuban Selatan Patungan Bantu Warga Kurang Mampu Di 6 Desa

VIDEO - Kecelakaan Tragis Antara Mobil Truck VS Motor di Jalan Tamrin

"Sebagai organisasi pemuda yang berlatar belakang agama, kami berharap kepada saudara saudari kami agar tidak melakukan mudik dulu selama bulan suci Ramadhan maupun menjelang Idul Fitri," ujar Ketua pimpinan wilayah GP Ansor NTT, Ajhar Jowe ketika ditemui POS-KUPANG.COM di kediamannya pada Kamis (16/4/2020).

Menurutnya, berdasarkan kondisi terakhir di wilayah NTT, angka orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami peningkatan signifikan dari beberapa pekan sebelumnya. Demikian pula, angka positif Corona juga bertambah di wilayah NTT.

Oleh karenanya, ia mengharapkan kepada warga muslim agar untuk sementara dapat mengurungkan niat untuk bermudik selama bulan suci Ramadhan dan tetap berada di rumah saja.

"Untuk saat ini, lebih baik kita berada di rumah saja dan urungkan dulu niat bermudik atau bepergian ke kabupaten dalam provinsi maupun ke Pulau Jawa, Bali, Sulawesi maupun Kalimantan," kata tokoh pemuda yang akrab disapa AJ ini.

Ia mengatakan, perkembangan data pandemi Covid-19 secara nasional pun menunjukan bahwa zona merah Covid-19 di beberapa wilayah sudah sangat memprihatinkan. Oleh karenanya, jangan sampai dengan mudik, kemudian akan membawa dampak yang kurang baik terhadap daerah NTT.

"Mari kita ikuti himbauan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan cara melaksanakan protokol kesehatan dan dengan berada di rumah atau tidak berpindah tempat atau keluar wilayah duku," kata AJ.

Menurutnya, berdasarkan potret mudik tahunan di NTT, pada bulan suci ramadhan dan menjelang Idul Fitri, pemudik terbesar berdasarkan arus kepulangan warga miskin dari NTT adalah ke Pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera, serta dari Kota Kupang ke beberapa wilayah lokal NTT

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved