Tokoh Agama di Belu Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoax

-Di tengah situasi yang penuh kewaspadaan akibat merebaknya virus corona atau covid 19, masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan informasi p

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
POSE BERSAMA---Bupati Belu, Willybrodus Lay foto bersama pimpinan Forkompimda dan tokoh agama usai rapat bersama di Aula Polres Belu, Rabu (22/4/2020) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Di tengah situasi yang penuh kewaspadaan akibat merebaknya virus corona atau covid 19, masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan informasi palsu atau hoax.

Masyarakat diharapkan tenang dan mencernai semua informasi secara baik dan benar agar tidak terjadi kepanikan pada diri sendiri serta keresahan bagi masyarakat yang lainnya.

Hal ini disampaikan para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Belu saat rapat bersama dengan Pemerintah Kabupaten Belu
dan Forkompimda plus di Aula Polres Belu, Rabu (22/4/2020).

Hal ini diutarakan Ketua Majelis Jemaat GMIT Polycarpus Atambua, Pdt. Maya. Katanya, baru-baru ini di Atambua sempat beredar informasi palsu atau hoax terkait aktivitas pasar dan di tempat umum ditutup selama tiga hari. Setelah dicek ternyata informasi itu tidak benar.

Informasi palsu seperti ini sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan kepanikan bagi masyarakat sehingga ada masyarakat yang berbondong-bondong ke pasar untuk membeli stok makanan. Jika hoax seperti ini tidak cepat diluruskan oleh pihak yang berweweng maka akan timbul kepanikan di tengah masyarakat.

Pendeta Maya meminta pemerintah agar mampu menangkal hoax dengan cepat memberikan informasi yang benar atau meluruskan informasi palsu/hoax kepada tokoh agama sehingga tokoh agama dapat melanjutkan ke umat.

"Kami minta pemerintah dapat memberikan informasi yang benar kepada kami agar dapat melanjutkannya kepada umat dengan tujuan agar menenangkan psikologi umat," pinta Pdt. Maya.

Untuk membantu pemerintah, pihak gereja sudah menghimbau kepada seluruh umat agar menggunakan masker. Penggunaan makser juga merupakan satu dari sekian upaya untuk mencegah penularan covid 19.

"Kami terus menghimbau umat wajib pakai masker saat aktivitas di luar rumah dan melaksanakan semua himbauan pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19," ungkap Pdt. Maya.

Halaman
123
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved