Di Amerika Serikat, Pabrik Pengolah Daging Babi jadi Pusat Virus Corona Terbesar, Pengakuan Warga ?
Penyebaran Virus Corona Covid-19 di pabrik pengolan daging babi di South Dakota, Amerika Serikat disebut jadi klaster terbesa
Wabah Virus Corona juga terjadi di pabrik pemrosesan makanan di seluruh Amerika, kejadian yang dapat mempengaruhi pasokan makanan.
Pabrik pengepakan daging JBS di Colorado misalnya tetap ditutup setelah lima orang meninggal dan 103 karyawan positif.
Dua karyawan di perusahaan Tyson Foods di Iowa meninggal sementara 148 lain terinfeksi.
Penutupan perusahaan besar seperti di Sioux Falls dapat menyebabkan efek domino parah, termasuk para peternak yang tak bisa menjual babi.
Sekitar 550 peternakan independen mengirimkan babi mereka di pabrik di Sioux.
CEO Smithfield Sullivan memperingatkan terjadinya "dampak parah" pasokan daging ketika mengumumkan perusahaan ditutup.
Namun menurut para karyawan Smithfield, serta serikat buruh, wabah di perusahaan itu dapat dicegah.
Para karyawan mengklaim meminta perlengkapan perlindungan namun tidak digubris, sementara mereka yang sudah sakit tetap diminta bekerja.
Informasi tentang penyebaran Virus Corona juga tidak dijelaskan kepada karyawan, walaupun mereka berisiko menulari keluarga dan masyarakat lain.
Wabah ini menyebabkan orang seperti Julia - dengan ibu yang memiliki penyakit bawaan, ketakutan karena orang tuanya sangat berisiko terkena di tengah usaha mempertahankan pekerjaan.
"Orang tua saya adalah satu-satunya yang saya miliki dan saya berisiko kehilangan mereka," katanya dengan suara bergetar.
"Saya ingin membagi apa yang terjadi sehingga ada catatan apa yang dilakukan perusahaan," tambah Julia.
Karyawan lain adalah Ahmed, yang menikah dengan Neela, perempuan dari satu negara, Ethiophia yang ia temui di pabrik itu.
Neela tak lagi bekerja di Smithfield sejak Desember lalu karena mengalami kesulitan dalam kehamilan.
Ahmed tetap bekerja di tengah pandemi walaupun ia menyatakan khawatir akan menulari istri yang tengah hamil delapan bulan.
"Smithfield - mereka tak peduli dengan karyawan, mereka hanya peduli dengan uang," kata Neela.
Menurut Kooper Caraway, presiden Sioux Falls AFL-CIO, serikat buruh bertemu dengan pihak perusahaan awal Maret dan meminta mereka mengambil langkah melindungi karyawan, termasuk mengganti jadwal kerja yang padat dan jadwal makan siang, di kantin.
"Ini sebelum ada yang positif di pabrik," kata Caraway.
"Namun manajemen tak bergeming dan tidak mempedulikan permintaan karyawan."
Apa dan siapa Smithfield?
- Produsen daging olahan terbesar di dunia
- Dididirkan di Smithfield, Virginia, pada 1936
- Dimiliki oleh perusahaan China WH Group Ltd, dengan CEO, taipan Wan Long
- Lebih dari 54,000 karyawan dan penjualan sebesar US$15 miliar pada 2018
- Pabrik tersebar di Jerman, Rumania, Meksiko, Polandia dan Inggris
- WH Grup mengakusisi Smithfield dengan nilai US$4,7 miliar pada 2013, dan saat itu adalah akusisi terbesar perusahaan AS oleh perusahaan China
Sebelum jumlah kasus positif meningkat, guna mencegah penularan, sebagian karyawan mulai membawa masker yang mereka bawa sendiri.
Sejumlah lainnya mulai melakukan karantina mandiri untuk mencegah penularan ke keluarga.
Pada tanggal 9 April, saat baru 80 kasus dipastikan, Smitfield mengeluarkan pernyataan dan menyebutkan perusahaan itu akan ditutup selama tiga hari pada tanggal 11-13 April ntuk melakukan pembersihan.
Namun sejumlah karyawan dan pengacara yang dikontak BBC menyebutkan, Smithfield masih mempekerjakan karyawan.
Salah seorang karyawan, Reynoza mengambil video yang menunjukkan tempat parkir pabrik penuh dengan mobil dan para karyawan memasuki area tempat kerja.
Caraway, presiden serikat buruh Sioux Falls AFL-CIO, mengatakan belakangan ia ketahui bahwa pabrik tetap beroperasi sekitar 60% dan itu berarti ratusan karyawan masuk.
Walik kota Sioux Falls, Paul TenHaken, yang semula mengatakan puas dengan langkah mitigasi yang dilakukan Smithfield, mengakui ia terkejut saat mengetahui pabrik masih berjalan.
"Mereka seharusnya lebih terbuka atas langkah yang mereka ambil," kata Tenhaken. "Pesan kepada publik tak sesuai dengan rencana yang mereka terapkan."
Pada Selasa 14 April, hari terakhir sebelum perusahaan ditutup selama 14 hari, orang tua Julia merencanakan untuk tetap masuk kerja.
Namun pada akhir pekan, ibu Julia, Helen mulai batuk-batuk. Julia segera membawanya untuk tes di rumah sakit setempat.
"Kalau saya sampai terkena Covid-19, saya pasti tertular di pabrik," kata Helen.
"Minggu ini saja saya kerja di tiga lantai yang berbeda. Saya makan siang di dua kantin berbeda. Jadi bayangkan saja, kemungkinan penularan saya."
Sebelum berangkat kerja pada pukul 04:00 pagi, jam kerja mereka, orang tua Julia mengontak Smithfiled dan mengatakan mereka tengah menunggu hasil tes.
Telpon dari rumah sakit datang sore hari dan dipastikan ibu Julia terkena Covid-19.
Pada hari yang sama ibu Julia dinayatakan positif, isu Smithfield berubah menjadi isu politik.
Walikota TenHaken secara resmi meminta Gubernur Noem mengeluarkan perintah karantina untuk Sioux Falls dan wilayah sekitar.
Gubernur menolak walaupun kasus meningkat di South Dakota. Ia mengatakan karantina tidak akan mencegah wabah di Smithfield.
Gubernur Nome justru menyepakati tes pertama, hydroxychloroquine, obat yang sering disebut Presiden Donald Trump mungkin dapat menyembuhkan Virus Corona.
Di tengah ini semua, dua hari setelah ibunya dinyatakan positif, Julia bangun pagi dengan mengalami pusing, batuk dan tenggorokan kering dan merasa sangat lelah.
Julia segera mengontak jaringan khusus Covid dan menjelaskan dia adalah putri pekerja di Smithfield, dan meluncur ke tempat uji Virus Corona.
Ia masih tetap bersemangat, satu bulan setelah melakukan berbagai upaya termasuk mengontak media untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kotanya. Ibunya positif dan ayahnya terpajan. Kini satu keluarga itu harus menjalani karantina paling tidak selama 14 hari.
Kota tempat tinggal Julia telah menjadi episenter pandemi di negara bagian South Dakota.
Pada minggu terakhir April ini, Julia akan mendapatkan hasil tesnya. Ia kemungkinan terkena juga.
"Yang saya ingin lakukan hanya menangis," kata Julia.
Di seluruh kota, para pekerja Smithfield dan keluarga mereka mengalami hal yang sama.
Pada hari yang sama ibu Julia dinyatakan positif, pekerja Smithfield lain, Ahmed juga terinfeksi.
Menurut kantor gubernur South Dakota, para petugas gugus tugas Covid-19 diterbangkan dari Washington DC untuk "menilai" apa yang perlu dilakukan untuk kembali membuka pabrik pengolahan daging babi itu.
Namun Smithfield sendiri mengumumkan mereka mentup dua pabrik mereka di Missouri dan Wisconsin, setelah "adanya sejumlah kecil karyawan dinyatakan positif terkena Covid-19".
Nama-nama yang digunakan bukan nama asli. (BBC/Jessica Lussenhop/Angélica M Casa)
Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul "Virus Corona di pabrik pengolahan daging babi: Cerita yang belum terungkap di balik pusat wabah Covid-19 terbesar di Amerika Serikat"