Upadate Covid 19 Belu: 16 ODP Belum Selesai Masa Pemantauan
Walaupun data PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil, namun masih ada 16 Orang Dalam Pemantauan (ODP)
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Upadate Covid 19 Belu: 16 ODP Belum Selesai Masa Pemantauan
POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Masyarakat Kabupaten Belu diminta tetap waspada dengan penularan virus corona atau covid 19.
Walaupun data PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil, namun masih ada 16 Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang belum selesai masa pemantauan.
Berdasarkan Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu yang disampaikan
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu selaku Juru Bicara Gugus Tugas Cristoforus M. Loe Mau, SE kepada wartawan, Minggu (19/4/2020) bahwa jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 532 orang, menurun sebesar 37 orang dari jumlah kemarin sebanyak 569 orang.
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 64 orang, berkurang 48 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 16 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.
Data tersebut dimonitor dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan se-Kabupaten Belu.
Walaupun data PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat. Berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.
Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.
Kata Cristoforus, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.
• General Manager Sahid T-More Kupang : Momen Puasa Terasa Berbeda Tanpa Sholat Tarawih dan Bukber
• Enam WNI Dideportase Akibat Masuk Perairan Timor Leste, Simak Deretan Namanya!
• Mengintip Kehidupan Komunitas Pemulung Kota Kupang Saat Masa Waspada Corona :Kami Harus Tetap Kerja
Berdasarkan data grafis dari gugus tugas menunjukan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di wilayah Atambua sebanyak 27 orang. Rincian Kecamatan Atambua Barat 14 ODP, Kecamatan Kota Atambua sembilan ODP dan Kecamatan Atambua Selatan empat ODP.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/cristoforus-m-loe-mau-4.jpg)