Smart Women

Merlin Tiran: Peneliti Muda NTT

Merlin Tiran: Peneliti Muda NTT. Hal ini yang kemudian mendasari keinginan Merlin menjadi peneliti.

Penulis: PosKupang | Editor: Apolonia Matilde
pos kupang
Marlin Tiran1 

Merlin yang selalu tertarik untuk meneliti tentang agama, budaya, HAM, pergerakan perempuan, cara perempuan meng- healing dirinya, dan semua hal tentang pergerakan akar rumput, dengan senang hati menjalankan tugasnya untuk meneliti
nilai-nilai budaya di Alor.

Fakta Baru Virus Corona, Ilmuwan ini Ungkap Bukan Berasal Dari Wuhan, Muncul Sejak September 2019

Penelitian ini dirasa sangat sesuai dengan keinginannya karena dari penelitian ini akan didengarkan langsung dari masyarakat akar rumput tentang apa yang mereka pahami dari sebuah norma hidup bersama.

"Norma-norma hidup bersama dari masyarakat akar rumput itu selalu menarik untuk diteliti," katanya.

Marlin Tiran saat mempresentasikan materi
Marlin Tiran saat mempresentasikan materi (pos kupang)

Satu pertanyaan yang muncul di benaknya adalah apa sih sebenarnya hubungan antara agama-agama di Indonesia.

"Ternyata kita punya satu nilai budaya yang bisa merekatkan seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Merlin mengungkapkan, selama ini kita mengetahui nilai hidup bersama dengan membaca saja dari buku yang ditulis oleh penulils dan sudah melalui proses editing, sehingga ia tergelitik dan ingin tahu dari masyarakat itu sendiri apa yang dikatakan tentang norma hidup bersama.

Karena masyarakat sendiri punya cara untuk menciptakan kehidupan dan suasana damai di kampung.

KABAR GEMBIRA! Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Madrasah Non PNS Tetap Dibayar, Ini Rinciannya!

"Saya sangat mencintai sejarah karena Indonesia tidak boleh menghilangkan sejarah masa lalu.

Kita sekarang menghadapi masalah yang semakin banyak, karena kita gagal menyelesaikan masa lalu.

Persoalan tahun 1965, 1998, kekerasan di Ambon dan masih banyak kekerasan di daerah-daerah yang gagal kita selesaikan," ungkapnya.

Ketika masuk ke Alor, Merlin mulai mencari tahu apa yang sebenarnya membuat masyarakat di Alor hidup bersama dengan rukun.

Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata ada nilai sejarahnya dengan cerita bahwa mereka berasal dari nenek moyang yang sama, kemudian diturunkan ke sumpah adat, diterjemahkan lagi sumpah adat itu ke agama Islam dan Kristen yang tidak boleh bermusuhan.

Menurutnya, ada nilai budaya yang dipegang yang sudah ada sebelum agama masuk ke masyarakat.

Sisihkan Gaji Bulan Maret, Pegawai KPP Pratama Maumere Beli APD Tim Medis

Sehingga ketika nilai budayanya dipegang begitu rupa, ketika agama masuk, tidak menyalahkan nilai budaya yang ada.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved