Bupati Deno Ajak Masyarakat Disiplin Dalam Mencegah Pandemi Covid-19
Saat Musrenbang, Bupati Deno Kamelus mengajak masyarakat disiplin dalam mencegah pandemi Covid-19
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Saat Musrenbang, Bupati Deno Kamelus mengajak masyarakat disiplin dalam mencegah pandemi Covid-19
POS-KUPANG.COM | RUTENG----Pemerintah Kabupaten Manggarai ( Pemkab Manggarai) menggelar Murasyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Manggarai. Musrembang RKPD Tahun 2021 itu berlangsung secara online di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Jumat (17/4/2020).
Musrembang yang diangkat dengan Tema 'Mewujudkan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Yang Merata dan Berkelanjutan' itu dipimpin langsung Bupati Manggarai Deno Kamelus didamping Wabup Manggarai Viktor Madur dan Ketua DPRD Manggarai, Mathias Masir.
• Kades Kun Minta Masyarakat Taat Aturan Cegah Covid-19
Hadir dalam Musrembang itu, Sekda Manggarai Jahang Fansi Aldus, sejumlah Pimpinan Forkompinda, sejumlah pimpinan OPD dan sejumlah undangan lainya. Posisi kursi yang disiapkan peserta pun terbatas dan dengan jarak sekitar 2 meter dari kursi masing-masing serta semua peserta yang ikut Musrembang di ruangan itu wajib diperiksa suhu tubuh.
Sebelum pembukaan Musrembang tersebut, Bupati Deno membacakan sambutan tertulis Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Dalam sambutan itu Gubernur NTT mengatakan, tujuan dan sasaran pembangunan Nasional dan Daerah hanya dapat dicapai secara berhasil guna dan berdaya guna, apabila didukung dengan situasi dan kondisi keamanan, ketentraman dan ketertiban yang kondusif.
• Warga Kurang Mampu Dapat Sembako, Masker dan Pakian Layak Pakai dari Bhayangkari
Saat ini, kata Gubernur Viktor, kita dihadapkan dengan kondisi yang tidak menentu akibat KLB DBD yang banyak merenggut korban jiwa, Flu Babi Afrika yang menyerang ternak babi di Pulau Timor dan penyebaran Covid-19 yang mengakibatkan keresahan bahkan merenggut nyawa manusia yang tidak sedikit jumlahnya.
"Kemungkinan bahaya kekeringan dan rawan pangan juga mengintai kita. Semua ini menjadi tantangan kita pada tahun 2020 sekaligus perhatian kita dalam menyusun perencanaan pembangunan 2021,"ungkap Gubernur Viktor.
Dalam kaitan itu, kata gubernur Viktor, sasaran program dan kegiatan pembangunan daerah, agar diarahkan untuk menjamin terciptanya rasa ketenteraman masyarakat, termasuk pencegahan dan penanganan berbagai penyakit yang menyerang, dan kemungkinan bencana alam dan bencana sosial yang mungkin terjadi. Semua ini untuk membuat masyarakat merasa aman, nyaman dan terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut Gubernur Viktor, untuk memenuhi harapan tersebut, maka beberapa hal yang perlu menjadi perhatian yakni, pertama, musrenbang ini harus memberikan peluang yang luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam menetapkan prioritas pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kedua, Musrenbang Kabupaten yang menghasilkan rencana tahunan sebagai penjabaran RPJMD Kabupaten, RPJMD Provinsi dan RPJMN harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kualitas SDM, penyediaan infrastruktur yang memadai, penyederhanaan regulasi dan birokrasi, serta mewujudkan tercapainya transformasi ekonomi.
Ketiga, rencana kegiatan yang diusulkan harus didukung data dan informasi yang akurat, dokumen teknis dan penganggaran, target yang terukur dan lokasi desa yang jelas. Keempat, Rencana tahunan yang disepakati dapat menumbuhkan semangat swasta, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dalam pelaksanannya.
Kelima, perlu ada komitmen mencegah adanya duplikasi anggaran sejak awal perencanaan dengan menjadikan desa/kelurahan sebagai perekat yang dapat menjamin keterpaduan pembangunan.
Sementara itu bupati Deno dalam arahanya sekaligus membuka kegiatan Musrembang RKPD Tahun 2021 itu, menyampaikan cara untuk mengukur keberhasilan pembangunan dan kaidah-kaidah perencanaan jelas memperlihatkan capaian yang diperoleh dari tahun ke tahun. Misalnya angka kemiskinan menurun dari sisi presntase maupun jumlah.
Dijelaskan bupati Deno, untuk Tahun 2018 jumlah penduduk miskin berkurang jadi 69.322 jiwa atau 20,83 persen dibandingkan dengan tahun 2017 jumlah penduduk miskin mencapai 21,91 persen.
Selain itu, kata bupati Deno Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan. IPM ini terdiri dari capaian-capaian kinerja dibeberapa sektor seperti usia harapan hidup semakin panjang hal ini menujukan kesuksesan di bidang kesehatan.
"Demikian juga di bidang pendidikan juga mengalami peningkatan kualitas pendidikan. Seperti penyediaan sarana prasarana, peningkatan kualitas guru dan standar-standar lain, itu semua kompositnya mengarah kepada usia sekolah yang semakin panjang,"ungkap Bupati Deno.
Bupati Deno juga dalam kesempatan itu mengatakan, untuk mencegah wabah covid-19 ini kita semua adalah garda terdepan yang harus mendisiplinkan diri untuk taat pada instruksi pemerintah, jika kita bisa mendisiplinkan diri tentu pekerjaan garda berikutnya seperti tenaga medis akan menjadi ringan dalam penanganan covid-19 ini.
"karena itu saya berharap kepada seluruh masyarakat Manggarai untuk marilah kita bahu membahu untuk searah melawan pandemi covid-19 ini. Yang sulit sekarang adalah bagaimana kita mengatasi psikologi masyarakat yang kini sudah ketakutan yang luar biasa akibat covid-19 ini, sehingga marilah kita gotong royong melawan covid-19 ini,"pinta bupati Deno.
Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Mathias Masir dalam sambutanya sebelum menyerahkan Dokumen Pokok-Pokok Pikiran DPRD ke Pemda Sumba Timur di sela Musrembang tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah, Para Medis dan yang menjadi lini terdepan dalam penanganan dan pencegahan covid-19 sebab pekerjaan penangan Covid-19 paling berat dan berisiko tinggi.
Kata dia, kita bersyukur hingga saat ini Kabupaten Manggarai masih negatif covid-19. Sehingga perlu kita persiapkan diri dengan matang untuk menghadapi segala persoalan yang muncul seperti covid-19 untuk mampu menanganinya.
Dikatakan Masir, pelaksanaan Musrembang RKPD ini sangat penting dalam rangka mengakomodir kepentingan masyarakat. Sekaligus sebagai wadah partisipasi untuk menghasilkan rencana program dan kegiatan pembangunan yang lebih aspiratif dan transparan.
Selain itu, melalui Musrembang ini juga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk penyusunan APBD kabupaten sehingga dapat mengetahui pelayanan dan pembangunan. Melalui Musrembang ini juga untuk mengsinkronkan antara sektor yang 1 dan yang lain agar tidak terjadi tumpang tindih program yang tentu berpengaruh terhadap efektifitas program pembangunan daerah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)