Pemkab Belu Siapkan 30.000 Masker Gratis Buat Masyarakat

Untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Belu, masyarakat diwajibkan memakai masker

POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Bupati Belu, Willybrodus Lay menunjukan jenis masker berstandar yang bisa dibuat sendiri oleh warga, Kamis (16/4/2020). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Belu, masyarakat diwajibkan memakai masker. Untuk tahap pertama, Pemerintah Kabupaten Belu akan menyiapkan 30.000 ribu masker untuk dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Hal ini dikatakan Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada wartawan, Jumat (17/4/2020). Menurut Willy Lay, pemerintah akan menyiapkan 30.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat secara gratis. Pembagian masker belum dilakukan karena saat ini pemerintah masih melakukan pengadaan.

Ini Hasil Pantauan Tim Covid-19 di Bandara Frans Seda, Pelabuhan Lorens Say dan Wuring

Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemerintah tidak hanya membeli masker hasil pabrik, tetapi juga mendorong para penjahit atau kelompok usaha kreatif yang mampu membuat masker sesuai standar protokol kesehatan yang diberikan pemerintah. Setelah dijahit, semua masker akan dibeli oleh pemerintah lalu dibagikan kepada masyarakat Belu secara gratis.

Pola ini dilakukan agar uang daerah tetap berputar di daerah sehingga perekonomian masyarakat tetap hidup.

Kepala Pelabuhan Weekeloh SBD Larang Kapal Kecil Angkut Penumpang dan Hanya Angkut Barang

Bupati Willy Lay berjanji, dalam waktu yang tidak terlalu lama, pemerintah akan mendistribusikan masker kepada masyarakat.

Sejumlah warga Belu, Kristiano Taveres, Heribertus Lau, Yasinta dan Marsel Nahak kepada wartawan mengatakan, mereka menyambut baik niat pemerintah untuk membagi masker gratis kepada msyarakat. Mereka meminta agar rencana pembagian masker gratis itu segera direalisasikan karena saat ini masyarakat sangat membutuhkan masker.

"Kita senang kalau bagi gratis. Tapi kapan baginya. Cocok kalau bagi sekarang karena kita lagi butuh masker", pinta Kristiano.

Kristiano dan warga lainnya menyarankan kepada pemerintah agar waktu pembagian masker jangan tunggu berlama-lama karena masyarakat lagi membutuhkan saat sekarang. Apalagi masyarakat di desa-desa sangat membutuhkan masker.

Warga lainnya, Heribertus Lau, Yasinta dan Marsel Nahak mengaku, selama ini mereka melihat masih ada warga yang belum memakai masker.

Ditanya, apakah pernah ditegur petugas karena tidak pakai masker, mereka mengaku belum pernah. Karena mereka selalu menggunakan masker. Sebagai warga Kota Atambua, mereka belum pernah melihat petugas yang melakukan pemeriksaan warga yang tidak menggunakan masker.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved