Ini Kronologi 1 PDP di Kabupaten Mabar yang Meninggal

Seorang Pasien Dalam Pemantauan ( PDP) meninggal di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) pada Kamis (16/4/2020) pukul 11.15 Wita

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Suasana penguburan jenazah 1 PDP yang meninggal di Kabupaten Mabar, Kamis (16/4/2020). 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Seorang Pasien Dalam Pemantauan ( PDP) meninggal di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) pada Kamis (16/4/2020) pukul 11.15 Wita.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar, Paulus Mami, dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat (17/6/2020) siang membenarkan hal tersebut.

Dijelaskannya, PDP berinisial FN (52) mereka Kecamatan Welak yang meninggal di RSUD Komodo Labuan Bajo.

Cegah Virus Corona, Camat Kota Waikabubak, Sumba Barat Imbau Pedagang Kosongkan Pasar Lama

Paulus Mami menjelaskan, kronologi perjalanan hingga kematian pasien yakni pada 15 April 2020, pukul 05.30 Wita, pasien dibawa ke Puskesmas Orong, Kecamatan Welak oleh keluarganya dengan keluhan sesak napas.

Selanjutnya, petugas puskesmas melakukan anamnesa (wawancara mendalam) dan screening untuk menanyakan riwayat perjalanan pasien sesuai dengan SOP penanganan Covid-19.

Keluarga mengaku kepada petugas kesehatan bahwa pasien pernah melakukan kontak dengan tetangganya yang baru saja pulang dari Bali pada 7 April 2020 lalu.

Update Corona di Sumba Barat ODP Bertambah Jadi 17 Orang

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di puskesmas, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo," jelasnya.

Lebih lanjut, pada pukul 16.30 Wita, pasien tiba di ruang isolasi RSUD Komodo dan petugas kesehatan ruang isolasi melaporkan kondisi pasien kepada dokter penanggung jawab untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut berupa terapi dan pemeriksaan penunjang.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil
pasien mengalami gagal ginjal kronik.

"Gagal ginjal kronik dapat menyebabkan asidosis metabolic atau ganguan keseimbangan asam-basa dalam tubuh yang mana kadar asam dalam tubuh sangat tinggi," paparnya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, ditandai dengan beberapa gejala seperti linglung, sakit kepala, nafas pendek dan cepat (sesak nafas), mual muntah, lelah atau mengantuk, nafsu makan menurun, denyut jantung meningkat.

Selanjutnya, pada 16 April 2020 pukul 04.30, kondisi pasien semakin menurun dan pada pukul 11.15 Wita, pasien dinyatakan meninggal.

Petugas kesehatan RSUD Komodo tetap mengambil sampel swab pasien untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.

"PDP dilakukan pemulasaran jenazah sesuai protap dan dikuburkan di Tempat Pemakaman
umum pemerintah Manggarai Barat di Manjerite pada 16 April 2020," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 2 Pasien Dalam Pemantauan (PDP) meninggal dunia di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT.

PDP pertama berinisial SS (44) dan meninggal dunia di RSUD Komodo Labuan Bajo pada Rabu (25/3/2020) lalu.

Selanjutnya, PDP berinisial INW (83), warga asal Sumbawa, NTB meninggal di RS Siloam Labuan Bajo pada Senin (6/4/2020) dinihari. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved