Salam Pos Kupang

Covid-19 Masih Kurang Sosialisasi

Merebaknya kasus pandemik Covid-19 hingga saat ini membuat sebagian masyarakat menjadi panik dan ketakutan

Covid-19 Masih Kurang Sosialisasi
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Merebaknya kasus pandemik Covid-19 hingga saat ini membuat sebagian masyarakat menjadi panik dan ketakutan. Ketakutan masyarakat merupakan hal yang wajar karena setiap hari melihat serta mengikuti perkembangan informasi penyebaran pendemi Covid-19 secara masif yang dipublikasikan secara resmi, maupun informasi yang diikuti di media sosial (medsos).

Dampak dari transparansi arus media yang sangat masif terkait pemberitaan covid-19 membuat rasa kekuatiran berlebihan dialami masyarakat. Masyarakat menjadi begitu ketakutan jika terinfeksi virus yang secara masif sudah merenggut ribuan jiwa manusia bahkan ratusan ribu nyawa manusia di seluruh dunia terinfeksi.

Dari Corona Virus ke Corona Spinae

Salah satu contoh ketakutan masyarakat itu dengan adanya aksi penolakan lokasi karantina di wilayah NTT, seperti yang terjadi di Maumere, Ruteng dan terakhir di Kabupaten Lembata. Masyarakat tak rela Puskesmas Lewoleba yang baru dibangun pemerintah dijadikan tempat karantina warga yang baru datang dari luar wilayah.
Kekuatiran masyarakat itu menggambarkan bahwa masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah. Oleh karena itu, fungsi edukasi terkait Covid-19 perlu terus diberikan kepada masyarakat.

Masyarakat perlu mendapat informasi yang benar terkait bahaya covid-19 hingga upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari terkontaminasi virus corona Covid-19.

Vanessa Angel Alih Profesi Jualan Kebab, Bibi Ardiansyah Jual Koleksi Barang Mewahnya, Bangkrut?

Masyarakat juga harus diarahkan untuk bisa mengikuti perkembangan informasi mengenai covid-19 melalui jalur informasi resmi yang disampaikan pemerintah sehingga bisa mendapat gambaran mengenai bahaya juga upaya yang bisa dilakukan masyarakat terkait pencegahan virus corona.

Jika masyarakat mendapat serta menerima sumber informasi dari sumber yang kurang valid, hal ini tentu akan membuat tingkat ketakutan masyarakat menjadi bertambah.
Hal ini tentu akan merugikan masyarakat. Pasalnya, di saat masyarakat mengalami ketakutan berlebihan maka imun tubuh akan menurun sehingga akan memudahkan seseorang bisa terinfenksi virus ini.

Dengan adanya kasus yang terjadi di Lewoleba, kita berharap pemerintah daerah melalui juru bicara gugus tugas percepatan penanganan penceganan dan penanganan covid-19 bisa terus berperan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pencegahan Covid-19.

Pemerintah juga agar terus menghimbau masyarakat untuk mematuhi dan mengikuti imbauan pemerintah agar tetap tinggal di rumah, belajar di rumah, bekerja dari rumah dan selalu mencuci tangan usai melakukan aktivitas apapun juga. Semua ini dilakukan dengan satu tujuan yakni untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved