Paskah 2020

Tiga Makna Paskah Bagi Umat Kristiani, Kebangkitan Yesus Kristus Menggenapi Firman Tuhan

Paskah bisa disebutkan sebagai tindakan Allah mengasihi manusia, dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus.

Editor: Hasyim Ashari
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi salib Yesus Kristus 

Tiga Makna Paskah Bagi Umat Kristiani, Kebangkitan Yesus Menggenapi Firman Tuhan

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Dalam Perjanjian Baru Paskah menunjukkan pengorbanan Tuhan Yesus disalib.

Pengorbanan itu membebaskan manusia dari seluruh perbudakan dosa.

Hal ini hanya terjadi bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Paskah bisa disebutkan sebagai tindakan Allah mengasihi manusia, dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus.

Pengorbanan ini bertujuan menyelesaikan dosa dan memberi keselamatan.

Dengan peristiwa kebangkitan dari antara orang mati, maka Allah telah melakukan pekerjaan pendamaian dengan diri-Nya ( II Kor. 5:18). Antara manusia dengan Dia, tidak ada lagi permusuhan, tembok dosa yang memisahkan kita dengan Dia, kini telah dirobohkan (Ef. 2:14).

Dengan peristiwa-peristiwa ini maka sekarang kita diterima sebagai anak-anak-Nya dan beroleh persekutuan dengan Dia.

Bukan Rutinitas

Perayaan Paskah yang kita lakukan setiap tahun pada dasarnya bukanlah sekadar rutinitas gerejawi.

Perayaan itu justru memiliki arti yang sangat penting.

Beberapa hal yang dapat kita catat sebagai makna dari kebangkitan Yesus.

Pertama, kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang berkuasa atas maut.

Alkitab memberikan bukti bahwa pagi-pagi benar ketika fajar menyingsing pada hari pertama minggu itu para wanita yang menengok kubur Yesus mengalami (Matius 28:1-2), gempa bumi yang hebat dan malaikat Tuhan datang menggulingkan batu yang ada di kubur Yesus.

Sejak peristiwa itu dari mulut ke mulut terdengar berita bahwa Yesus hidup dan bagkit.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved