News

Waria di Sikka Sebut 'Si Tanta Corona' Jahat, Sudah Sebulan Linda Mengaku Sulit Beli Beras

"Aduh, dengan wabah virus corona ini, lumpuh total. Tak dapat uang. Jadi bagaimana. Semoga wabah ini cepat teratasi."

Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: Benny Dasman
dokumen fajar sikka
Ketua Komunitas Fajar Sikka, Bunda Hendrika Mayora Victoria memberikan bantuan sembako kepada waria lansia di Kabupaten Sikka dalam rangka cegah Covid-19. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Vemmy Leo

POS KUPANG, COM, MAUMERE - Pandemi Corona yang menerjang sejumlah negara, daerah dan kabupaten/kota di Indonesia berimbas kepada semua pihak, pekerja kantoran, pekerja swasta, penganguran, laki-laki, perempuan pun wanita pria (waria).

Hampir sebagian orang merasakan ketakutan, kekuatiran, kecemasan dan perasaan lainnya. Banyak juga yang terganggu perekonomiannya.

Sejumlah waria lanjut usia (lansia) di  Kabupaten Sikka pun curhat tentang apa yang dirasakan dan dialami mereka saat pandemi corona ini.

Para waria lansia itu di antaranya, Wulan, Linda, Tote, Heni dan Lis dan Ambar.

Wulan yang berumur 53 tahun tak bisa beraktifitas masak sebab beberapa minggu terakhir mengalami sakit dan kini dalam masa pemulihan. Sedangkan Ambar, koki yang sering bekerja di tempat pesta kehilangan pekerjaannya.

"Saya tidak sanggup, terjebak dengan virus corona. Kami tertunduk dalam rumah, tak bisa bergerak apa-apa karena takut virus menular," kata Ambar.

Linda mengaku kesulitan membiayai orangtua karena tak lagi bekerja. Orangtua susah karena tidak mendapat beras darinya.

Linda adalah waria yang berprofesi sebagai tukang cuci dan seterika pakaian, serta menjual dan mengantar nasi kuning ke sekolah.

Ketua Komunitas Fajar Sikka, Bunda Hendrika Mayora Victoria (baju hitam) bersama tim Cepat Tanggap Covid-19 untuk bantuan sembako kepada waria lansia di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Indonesia.
Ketua Komunitas Fajar Sikka, Bunda Hendrika Mayora Victoria (baju hitam) bersama tim Cepat Tanggap Covid-19 untuk bantuan sembako kepada waria lansia di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Indonesia. (dokumen fajar sikka)

"Aduh, dengan wabah virus corona ini, lumpuh total. Tak dapat uang. Jadi bagaimana. Semoga wabah ini cepat teratasi," kata Linda.

Sejumlah waria lain juga mengaku salon mulai sepi akibat pandemi corona. Ema Tote mengaku tak bisa membeli beras sebab tidak ada pemasukan.

"Kegiatan masak tidak ada, jadi kita ini dalam rumah terus. Setengah mati, mau beli beras juga uang tidak ada," kata Ema Tote.

Ema Heni yang juga berprofesi sebagai koki di tempat pesta pun mengalami kesulitan yang sama. Sudah satu bulan lebih tidak ada pesta.

Yanti dan waria lainnya berharap pemerintah dan masyarakat bisa memberikan bantuan sembako bagi waria lansia atau waria yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi corona.

"Tolong bantu kami sembako. Orang di rumah mengharapkan kita bawa pulang sembako, tapi tak ada uang untuk beli sembako. Tolong kasih kami sembako," kata Yanti yang kesulitan membayar listrik dan air.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved