News

Patut Dicontohi, Pemuda di TTS Rogoh Kocek Sendiri Beli Cairan Disinfektan Lalu Semprot Rumah Warga

Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di rumah warga, pabrik roti, pabrik tahu dan kios warga pada Jumat (3/4) dan Sabtu (4/4) lalu.

istimewa
para pemuda sedang membuat tempat cuci tangan umum 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Kelompok pemuda Kelurahan Oekefan (RT 03/RW 02), Kecamatan Kota SoE dan Desa Oenlasi (RT 03/RW 02) Kecamatan Mollo Selatan, saling patungan menyemprot cairan disinfektan di lingkungan masing-masing.

Untuk diketahui, walaupun berbeda kecamatan, Desa Oenlasi dan Kelurahan Oekefan letaknya bersebelahan.

Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di rumah warga, pabrik roti, pabrik tahu dan kios warga pada Jumat (3/4) dan Sabtu (4/4) lalu.

Perwakilan Pemuda Desa Oenlasi, Boy Nenometa, kepada Pos Kupang, Minggu (5/4), mengatakan, aksi penyemprotan disinfektan muncul setelah para pemuda mendapat teguran dari aparat kepolisian saat asyik bermain biliar.

Selain ditegur karena masih berkumpul dan tidak menjaga jarak, aparat kepolisian juga mengajak kaum muda untuk melakukan aksi pencegahan penyebaran virus corona.

Menariknya, dalam melakukan aksi penyemprotan disinfektan, para pemuda saling berpatungan seadanya untuk membeli bayclin sebagai bahan dasar utama pembuatan disinfektan.

"Kami patungan uang beli bayclin, pinjam alat semprot lalu ramai-ramai kami lakukan penyemprotan cairan disinfektan di rumah warga, kios, pabrik roti dan pabrik tahu yang ada di Kelurahan Oekefan dan Desa Oenlasi," ungkap Boy.

Ditambahkan Ketua Pemuda RT 03/02 Kelurahan Oekefan, Paulus, selain melakukan penyemprotan disinfektan, para pemuda juga membuat spanduk guna mengkampanyekan bahaya virus corona dan cara pencegahannya.

Spanduk tersebut dipasang di pinggir jalan umum sehingga muda terlihat warga.

Di beberapa titik, lanjut Paulus, memanfaatkan jeriken bekas, para pemuda membuat tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun cair.

"Kita juga pasang spanduk terkait bahaya virus corona dan membuat tempat cuci tangan di pinggir jalan umum sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat," ujar Paulus.

Keduanya berharap ke depan pemerintah baik tingkat desa/kelurahan, kecamatan maupun kabupaten menggandeng kaum muda untuk bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran virus corona di TTS.

"Jujur saja uang kita terbatas sehingga lokasi yang bisa kita lakukan penyemprotan juga terbatas," tambah Paulus. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved