Kerumunan Warga Abaikan Protokol & Maklumat Kapolri Saat Jemput Hamid, Bupati Alor : Ada Konspirasi

kemudian terjadi kerumunan warga untuk menjemput Hamid di Bandara Mali Kabupaten Alor saat Hamid tiba sekira pukul 12.00 Wita.

POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Bupati Alor, Drs. Amon Djobo 

Kerumunan Warga Alor Abaikan Protokol dan Maklumat Kapolri Saat Jemput Hamid Haan, Bupati Alor Sebut Ada Konspirasi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Bupati Alor Amon Djobo menduga ada konspirasi yang diatur saat kedatangan Hamid Haan kembali ke Alor pada Sabtu (4/4/2020) lalu. 

Kedatangan itu menjadi "soal" karena kemudian terjadi kerumunan warga untuk menjemput Hamid di Bandara Mali Kabupaten Alor saat Hamid tiba sekira pukul 12.00 Wita.

Bupati Amon yang dihubungi POS-KUPANG.COM dari Kupang pada Senin (6/4/2020) malam menjelaskan ketidakpastian kedatangan Hamid menyebabkan persiapan penjemputan yang akan dilaksanakan oleh pihak Kepolisian menjadi terkendala. 

Amon menjelaskan, Muspida bersama Gugus Tugas telah melaksanakan rapat untuk persiapan penjemputan kontestan liga dangdut itu di Kalabahi Kabupaten Alor pada Rabu 1 April 2020. Saat itu, disampaikan bahwa Hamid akan datang pada Kamis 2 April 2020 siang. Tetapi, kedatangan pada Kamis juga ditunda. 

a mengatakan, telah memerintahkan tidak boleh ada penjemputan di Bandara kecuali oleh anggota Polisi. 

"Kamis harusnya dia datang tapi batal. Lalu tunda menjadi Jumat, tapi tidak datang juga. Informasinya datang hari Minggu, ternyata datang hari Sabtu. Satu manusia, setan, iblis, suanggi, manusia manapun saya suruh tidak boleh ada di sana, tidak boleh jemput," ujar Amon. 

Ia mengatakan, hal ini menjadi ketidakpastian aparat keamanan untuk menjemput. Pada Sabtu, kata Amon, pihak kepolisian baru menerima informasi kedatangan Hamid sekira 10 menit sebelum pesawat yang ditumpanginya landing di Bandara Mali. 

Namun saat itu, aparat kepolisian langsung menuju bandara dan melaksanakan pengamanan dan menje.put Hamid. Di bandara, ternyata telah ada masyarakat yang membludak untuk menjemput Hamid. Amon menduga, ketidakpastian informasi dan pengumpulan massa saat penjemputan itu "dimainkan" oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Saya duga ada yang mengkonspirasi kehadiran ini," ungkap Amon. 

Menurutnya, orang yang mengurus kedatangan Hamid membocorkan terkait hal itu. "Kehadiran itu ditunda-tunda karena saat itu kita sudah putuskan tidak ada penjemputan," katanya.

Ia bahkan secara tegas telah memerintahkan kepada sektetariat daerah untuk mendata ASN yang terlibat dalam penjemputan itu. 

Patut Dicontohi, Pemuda di TTS Rogoh Kocek Sendiri Beli Cairan Disinfektan Lalu Semprot Rumah Warga

Foto Vulgar Anya Geraldine Bikin Geger, Sejumlah Artis Beri Komentar, Ini Kata Asal Baim Wong

Pasca 2 PDP Meninggal,Bupati Dula: Masyarakat yang Masih Mau Hidup Diimbau Ikuti Petunjuk Pemerintah

"Saya sudah instruksikan supaya pegawai yang terlibat dalam penjemputan diperiksa dan dipecat. Saya perintahkan untuk catat nama semua ASN yang ada di Bandara untuk jemput waktu itu," tegas Amon. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved