Poktan Daleng Sampa Pasok Pangan untuk Lembor Selatan di Tengah Pandemi Corona

petani sebagai pejuang dan garda terdepan dalam penyediaan pangan tetap melakukan kegiatan olah tanah,

POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Tanaman Padi milik Poktan Daleng Sampa Desa Wae Mose Kecamatan Lembor Selatan Kabupatenm Manggarai Barat Prov NTT. 

Poktan Daleng Sampa Pasok Pangan untuk Lembor Selatan di Tengah Pandemi Corona

POS-KUPANG.COM I NOELBAKI--Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti.

Untuk itu petani sebagai pejuang dan garda terdepan dalam penyediaan pangan tetap melakukan  kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi.

Hal itu pun yang dilakukan oleh petani di Manggarai Barat mereka tetap bekerja menjaga ketersediaan pangan. Seperti yang di lakukan oleh Poktan Daleng Sampa Ds Wae Mose Kec Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat,  NTT.

Dalam rilis berita dari BBPP Kupang yang dikirim ke Pos-Kupang.com, Jumat (3/4), disebutkan, 
Luas areal panen 18 Ha dan masa panen  Minggu I s/d Minggu IV Bulan April dengan hasil Provitas  rata rata 6,5 ton/Ha, GKP  5,8 ton/Ha harga beras Rp.10.000/kg varietas Inpari.

Salah satu tenaga penyuluh, Benediktus Vidin mengatakan, penyuluh dan Poktan Daleng Sampa tetap bersemangat untuk  memproduksi kebutuhan pangan utama masyarakat khususnya untuk masyarakat Manggarai barat dan sekitarnya.

“Walau ditengah pendemi ini, kami sebagai penyuluh dan petani tetap bersemangat dan suka cita dalam bekerja apalagi masa panen ini walau ditengah kekhawatiran kami tetap waspada dan melakukan semua instruksi dari dinas kesehatan setempat," katanya.

Dijelaskannya, para penyuluh lapangan tetap turun langsung ke lapangan bersama petani. Pihaknya tetap harus memotivasi petani dan mereka sendiri.

"Kami yakin berada di ladang memberikan keuntungan tersendiri bagi kami. Selain memastikan mutu dan kualitas hasil panen. Untuk perang melawan corona kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, jika pertanian berhenti maka kehidupan juga berhenti," tegasnya.

Cegah Penularan Virus Corona, Konferensi Pers dan Doorstop Berita Kepolisian Diganti Live Streaming

Orangtua Antar Putrinya ke Pramuka Tunggu di Kanti Tahunya Pelatih Bunuh dan Perkosa dengan Keji

Babinsa LLBK, Roby Wake Sebut Masyarakat Yang Buang Ikan Tidak Bertanggung Jawab

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi dalam arahannya selalu meminta kepada Penanggungjawab (PJ) Provinsi dan Kabupaten/Kota Tim Supervisi dan Pendampingan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian untuk mengamankan kebutuhan pangan dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai distribusi.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong/Adv/BBPP)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved