Corona di NTT
Corona di NTT : Ketiadaan APD, Wabup Kupang Deadline Kadinkes Pekan Depan Didistribusikan
kekurangan yang dialami soal alat pelindung diri. Selama ini mereka cuma mengandalkan masker dan sarung tangan.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Puskesmas Ketiadaan APD, Wabup Kupang Deadline Kadinkes Pekan Depan Didistribusikan
POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Puskesmas yang ada di Kabupaten Kupang mengeluhkan soal ketiadaan alat pelindung diri (ADP) sehingga penanganan pasien Orang Dalam Pengawasan (ODP) terkait covid 19 sangat kesulitan.
Terhadap keluhan pihak puskesmas, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe memberi deadline kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kupang, dr. Robert Amaheka agar paling lambat pekan depan ADP sudah diterima di puskesmas.
Dalam rapat terbatas penanganan covid 19 yang dipimpin Wabup, Jerry Manafe didampingi Kadinkes Kupang dengan kepala puskesmas di Oelamasi, Rabu (1/4) beberapa kepala puskesmas mengungkapkan soal kekurangan APD.
Wabup Jerry menegaskan, terhadap covid 19 ini tidak boleh dipandang sepele. Para kepala puskesmas secara terbuka menyampaikan
hambatan di lapangan dan apa langkah yang bisa dilakukan.
"Kita bicarakan juga soal persiapan ruang isolasi di kecamatan. Harus dipastikan seperti apa APD, masker, wadah cuci tangan lalu soal social distancing. Cepat cegah jangan sudah ada baru kaget," tegas wabup.
Kepala Puskesmas Aklei Semau, James Hatan menyampaikan, pihaknya terus melakukan pencegahan denga memantau orang yang datang dari luar. Namun kekurangan yang dialami soal alat pelindung diri. Selama ini mereka cuma mengandalkan masker dan sarung tangan.
"Orang datang dari luar sulit pantau karena ADP tidak ada. Pantau secara protokoler, dengan bangun koordinasi dengan polisi, camat, Danpos. Kesulitan lain kalau ada ODP jika masuk PDP sulit rujuk setelah sampai dermaga transportasi apa yang digunakan," katanya.
Kepala Puskesmas Batakte, Antonia Nogo, SST,M.Kes mengatakan, dalam penanganan virus corona pihaknya berkoordinasi dengan polisi, babinsa, lurah, camat.
"Kami juga kekurangan APD. Tapi kegiatan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah sudah kami lakukan. Kami minta kalau dapat ODP perlu diperiksa menggunakan SWAPP untuk dipastikan negatif atau positif," usul Antonia.
Wabup Jerry Manafe menegaskan, penanganan corona ini harus serius dan kompak. Khusus APD diharapkan segera realisir dalam waktu dekat
dan jangan lama-lama karena puskesmas merupakan ujung tombak di lapangan.
"Kalau sudah ada di tempat maka segera dibagikan ke puskesmas. Pak kadis saya minta minggu depan sudah diterima petugas di puskesmas. Hitung berapa yang dibutuhkan sesuai jumlah penduduk lalu droping," tegas Jerry.
• Kodim 1618 TTU Bagi Ember Bak Cuci Tangan kepada Masyarakat di Lokasi TMMD
• Update Corona di NTT : ODP di NTT Terus Bergerak Naik Jadi 609, 25 Sampel Masih Diperiksa, 6 Negatif
• Efek Alkohol Seorang Pria Asal Nagekeo Tergelatak Berlumuran Darah di Parit
Dirinya juga meminta puskesmas berkoordinasi dengan polisi, camat segera lakukan penyemprotan
disinfektan. Bisa dibuat mandiri. Segera bentuk Satgas Desa Tangguh Covid 19," pinta Jerry.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)