Pemkab Belu Siapkan Ruang Isolasi Penanganan Covid 19 di Empat Tempat

Pemerintah Kabupaten Belu mempersiapkan ruang isolasi penanganan virus corona atau covid 19 di tiga

Pemkab Belu Siapkan Ruang Isolasi Penanganan Covid 19 di Empat Tempat
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Gugus tugas percepatan pencegahan virus corona atau covid 19 tingkat Kabupaten Belu menggelar rapat koordinasi di Lantai I Kantor Bupati Belu, Jumat (28/3/2020). 

Pemkab Belu Siapkan Ruang Isolasi Penanganan Covid 19 di Empat Tempat

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Pemerintah Kabupaten Belu mempersiapkan ruang isolasi penanganan virus corona atau covid 19 di tiga tempat yakni, RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua, Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan di Haliwen, Gedung Olah Raga (GOR) dan Rumah Sakit Tentara.

Persiapan gedung atau kantor selain RSUD Atambua ini dilakukan untuk menampung pasien manakala jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) membludak atau tidak bisa tertampung di RSUD Atambua.

Hal ini dikatakan Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan kepada wartawan saat dikonfirmasi, Jumat (28/3/2020). Dikatakannya, langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Belu adalah menyiapkan anggaran senilai Rp 13 M lebih, mempersiapkan sarana dan prasarana serta personilnya.

Pemerintah melalui gugus tugas percepatan penanganan covid 19 telah mempersiapkan empat lokasi sebagai ruang isolasi yaitu, RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua sebagai lokasi utama dan tiga tempat lainnya sebagai cadangan yakni, Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan di Haliwen, Gedung Olah Raga (GOR) dan Rumah Sakit Tentara.

"Utamanya di rumah sakit tapi kita mempersiapkan fasilitas lebih bila pasien membludak, itu di Umanen, bisa GOR, bisa di Rumah Sakit Tentara, kalau dia melampau kapasitas yang ada di rumah sakit", kata Ose Luan.

Lanjut Ose Luan, kapasitas ruangan yang disediakan di RSUD Atambua bisa menampung sekitar belasan pasien. Jika lebih dari jumlah tersebut maka bisa ditempatkan di lokasi yang sudah disiapkan pemerintah. Sarana dan prasarana di RSUD Atambua sudah berstandar.

Menyangkut persiapan tenaga kesehatan, Ose Luan mengatakan,
untuk di RSUD Atambua diperkirakan belasan tenaga dokter ahli. Apabila dalam keadaan tertentu atau pasien covid banyak maka seluruh dokter, perawat dan bidan yang ada di puskesmas-puskesmas di Kabupaten Belu dikerahkan untuk memberikan pelayanan.

"Dokter ahli selalu siap. Di rumah sakit sekitar belasan dokter. Kalau memang pasien meningkat maka seluruh dokter di puskesmas di tarik untuk menangani secara bersama sehingga menjadi satu kekuatan", tegas Ose Luan.

Ose Luan menambahkan, pemerintah sudah menghimbau kepada rumah sakit swasta, klinik dan dokter praktek agar setiap pasien yang memiliki gejala ke arah covid 19 maka didata dan dilaporkan ke Posko Covid 19 Kabupaten Belu sehingga tim surveilans bisa turun lapangan untuk mengecek.

ZODIAK KEUANGAN - Ramalan Zodiak Sabtu 28 Maret 2020, Taurus Fokus, Gemini Beruntung, Zodiakmu?

ZODIAK ASMARA - Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 28 Maret 2020, Taurus Jaga Penampilan, Libra Berkharisma

Menurut Ose Luan, Pemerintah Kabupaten Belu telah mengalokasikan anggaran penanganan covid 19 senilai Rp 13 M lebih. Dana ini dipakai untuk membeli obat-obat, pengadaan alat pelindung diri, fasilitas kesehatan di ruang isolasi dan operasional petugas gugus. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved