Wakil Bupati Maria Geong Sebut 29 ODP dan 2 PDP Berasal Dari Luar Manggarai Barat

SS selama ini berdomisili di Surabaya, Jawa Timur dan masuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng pada 24 Maret 2020 pukul 06.30 Wita

Wakil Bupati Maria Geong Sebut 29 ODP dan 2 PDP Berasal Dari Luar Manggarai Barat
Dok Penrem161/ws untuk POS-KUPANG.COM
Danrem 161 Wirasakti Brigjen TNI Syaiful Rahman S.Sos saat melakukan peninjauan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT pada Senin (23/3/2020). 

Wakil Bupati Maria Geong Sebut 29 ODP dan 2 PDP Berasal Dari Luar Manggarai Barat

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- Hingga Rabu (25/3/2020) sore, sebanyak 29 warga di Kabupaten Manggarai Barat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 2 warga lainnya masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (ODP).

Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong menyebut, puluhan orang tersebut berasal dari luar wilayah Manggarai Barat

"Satu catatan kami, semua ODP dan PDP datang dari luar, dari Surabaya, Jakarta dan Denpasar. Belum ada yang berasal dari Kabupaten Manggarai Barat," katanya dalam konferensi pers bersama tim kesiapsiagaan penanggulangan Covid-19 di Kantor Bupati Mabar, Rabu (25/3/2020).

Hadir pula dalam kesempatan itu Kapolres Manggarai Barat, AKBP Handoyo Santoso, S.IK., M.Si, pimpinan OPD Pemkab Mabar, perwakilan BOP Labuan Bajo dan awak media.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong mengatakan, 1 orang PDP berinisial SS (44) yang meninggal dunia di RSUD Komodo Labuan Bajo, Rabu (25/3/2020) pagi merupakan pria yang selama ini berdomisili di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelumnya, SS dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng dan dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo sebagai rumah sakit rujukan penanganan virus Corona (Covid-19) Selasa (24/3/2020).

"SS selama ini berdomisili di Surabaya, Jawa Timur dan masuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng pada 24 Maret 2020 pukul 06.30 Wita," katanya.

Maria menjelaskan, riwayat perawatan SS berdasarkan analisis dokter di RSUD Ben Mboi Ruteng selama 1 bulan terakhir mengalami sakit dengan gejala sakit kepala, mual dan muntah.

Selanjutnya, pada 28 Februari 2020, SS berobat di RS Bunda Sidoarjo dan selanjutnya pada 15 Maret 2020, SS berobat di RS Royal Surabaya dengan diagnosa suspeck Infeksi Saluran Kencing (ISK), Tifoid dan malaria.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved