Begini Pengakuan Korban Keracunan Makanan di TTS

keracunan makanan akhirnya Senci dirawat di Posko Penanganan Kasus Keracunan di rumah kediaman Esau Nomleni.

Begini Pengakuan Korban Keracunan Makanan di TTS
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
KORBAN KERACUNAN – Sejumlah korban keracunan makanan di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, sedang dinfus di rumah Esau Nomleni, Rabu (25/3/2020). 

Begini Pengakuan Korban Keracunan Makanan di TTS

POS-KUPANG.COM | SOE -- Senci Noelaka (14), salah satu korban keracunan makanan di Desa Mnela Lete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS bercerita terkait awal mula kasus keracunan tersebut terjadi. Pada Senin (23/3/2020) malam, dirinya mengikuti acara syukuran panen jagung di rumah kediaman Enos Liufeto, RT 27/RW 08.

Dalam acara tersebut disajikan makanan berupa nasi, daun pepaya tumis, jagung muda yang direbus dicampur labu, sub ayam kampung, ayam goreng dan ikan. Awalnya, usai makan dirinya tidak merasakan gejala apa pun. Namun pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WITA, dirinya mulai merasakan gejala keracunan.

"Kemarin sore itu perut saya sakit sekali, seperti ditikam. Saya hanya bisa tidur saja," ungkapnya saat ditemui di Posko Penanganan Kasus Keracunan, Rabu (25/3/2020) siang.

Awalnya, Senci dirawat di rumah oleh keluarganya. Namun setelah diketahui ternyata Senci menjadi korban keracunan makanan akhirnya Senci dirawat di Posko Penanganan Kasus Keracunan di rumah kediaman Esau Nomleni.

"Setelah dikasih infus sekarang kondisi saya sudah lebih baik. Namun memang masih lemas," ujarnya.

Arni Selan (33), korban keracunan makanan yang juga dirawat di Posko Penanganan Kasus Keracunan mengisahkan, Selasa Sore dirinya mulai merasakan gejala keracunan makanan. Ia merasakan sakit kepala yang luar biasa, perut terasa seperti ditikam dan menceret. Oleh keluarganya, Arni langsung dibawa ke Posko guna mendapatkan pertolongan medis.

"Kakak, saya rasa kepala kayak mau pecah saja. Perut juga sakit sekali. Saya sudah setengah mati saat dibawa ke Posko. Sekarang baru agak enakan setelah diberikan obat dan infus oleh tenaga kesehatan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasus keracunan sepertinya menjadi begitulah akrab dengan Kabupaten TTS sejak tahun 2019 lalu. Terbaru, Kasus keracunan makanan kembali terjadi di Desa Mnela Lete, Kecamatan Amanuban Barat, Selasa (24/3/2020).

Kasus keracunan massal ini bermula dari acara syukuran panen jagung yang digelar dikediaman Enos Liufeto, RT 27/RW 08. Dari 19 orang yang mengikuti acara syukuran tersebut, 15 orang diantaranya diketahui mengalami gejalah keracunan.

Para korban mengalami sakit kepala, menceret dan muntah. Dari 15 korban, 5 korban rawat jalan dan 10 korban lainnya menjalani penangan media di Posko Penanganan Kasus Keracunan di rumah Esau Nomleni.

Bupati TTS, Egusem Piether Tahun membenarkan adanya kasus keracunan tersebut. Dirinya mengaku, sudah meminta Dinas Kesehatan Kabupaten TTS guna melakukan penanganan medis kepada para korban.

RAMALAN SHIO Hari ini Kamis 26 Maret 2020, Shio Tikus Kreatif, Shio Naga Tangguh, Shio Kambing Fokus

Narapidana Terorisme Asal Magelang di Lapas Ende NTT Bebas

Jangan Berada Dalam Rumah Saat Jam Segini ! Berjemurlah,Tubuh Butuh Vitamin D3 untuk Mencegah Virus

Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah korban keracunan mencapai 15 orang. Dimana sebagian korban sudah diijinkan pulang dan menjalani rawat jalan. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved