Narapidana Terorisme Asal Magelang di Lapas Ende NTT Bebas

Narapidana terorisme Sugito Bin Budiman alias Boimin akhirnya menghirup udara bebas pada Minggu

Narapidana Terorisme Asal Magelang di Lapas Ende NTT Bebas
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Sugito Bin Budiman alias Boimin Narapidana terorisme dilepas oleh Kepala Lapas IIB Kabupaten Ende Antonius H. Jawa bersama jajaran di Lapas IIB Ende, Minggu (22/3/2020).

Narapidana Terorisme Asal Magelang di Lapas Ende NTT Bebas

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Narapidana terorisme Sugito Bin Budiman alias Boimin akhirnya menghirup udara bebas pada Minggu (22/3/2020).

Pria yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabupaten Ende Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini telah selesai menjalani masa tahanan dan bisa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Yah dia sudah bebas, masa tahanannya sudah 4 tahun 3 bulan, selesai dinyatakan bebas," ungkap Williams Agustus Rihi, Plh Kalapas saat diwawancarai POS-KUPANG.COM via telepon, Rabu (25/3/2020).

Williams lantas menjelaskan kronologi Sugito mendekam di Lapas Ende. Dia katakan, pada sekitar tahun 2000an, Sugito mengetahui berita dari media masa maupun selebaran di mesjid tentang peristiwa kerusuhan di Ambon, Poso dan Sampit.

"Atas pemberitaan tersebut hati dan perasaannya tergerak sehingga ia mulai aktif menghadiri kajian-kajian di mesjid dan membaca buku-buku tentang Jihat," ungkap Williams.

Lanjutnya, pada tahun 2006 Sugito dibai'at oleh Ustad Arif dan dinyatakan sebagai Anggota Jamaah Islamiah.
Pada tahun 2010 Sugito disuruh oleh Ustad Arif Sripit untuk bergabung
dengan Hasan Alias Damar asal Prambanan yang juga Anggota jamaah
Islamiah.

Menurutnya, sejak saat itu Sugito dapat berkenalan dengan anggota Jamaah islamiah lainnya dan Sugito pada saat itu menghadirikegiatan Jl yang disebut Turba ( Pemimpin Jamaah Turun ke bawah).

Dia katakan sejak kehadiran Sugito di acara Turba, Sugito semakin banyak berkenalan dengan anggota JI Lainnya dan aktif diikutkan dalam kegiatan JI.Pada bulan Mei tahun 2013 Sugito dihubungi Bagus Alias Urip (KepalaDevisi Investigasi) dan memerintahkan Sugito untuk membantu kegiatan pergeseran senjata api milik organisasi Jl di Semarang.

Sugito, jupri dan slamet berangkat menuju Semarang. Di Semarang, ujar Williams, Sugito menerima bungkusan yang berisikan senjata api laras pendek jenisFN. Bungkusan yang berisikan senjata api tersebut dibawa pulang Sugito kerumahnya dan disimpan di dalam lemari.

Menurutnya selain menyimpan senjata api, Sugito juga menyimpan bahan-bahan untuk pembuatan senjata Bom.

ZODIAK KEUANGAN - Ramalan Zodiak Keuangan Kamis 26 Maret 2020, Taurus Fokus, Cancer Terbebani

Ustadz Abdul Somad Jelaskan 3 Keistimewaan Malam Nisfu Syaban Ini Doa dan Ibadah Selama Bulan Syaban

ZODIAK ASMARA - Ramalan Zodiak Cinta Kamis 26 Maret 2020, Gemini Mempesona, Taurus Percaya Diri

"Senjata api dan bahan-bahan pembuatan bom tersebut direncanakan untuk melatih kesiapan melakukan teror dan berperang melawan kaum kafir dan thogut di Indonesia seperti Polisi, TNI, dan orang-orang yang
dianggap tidak sesuai dengan tujuan Organisasi JL," ungkapnya.

Dia jelaskan, perbuatan tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut pasal 15 jo pasal 9 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana Terorisme sebagaimana telah ditetapkan menjadi Undang-undang berdasarkan Undang-Undang nomor 15 tahun 2003.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved