News
Satpol PP Menghalau Kerumunan Warga yang Lagi Bersantai di Taman Sandelwood Waingapu, Ini Alasannya
Pembubaran itu, diakui Gollu Wola, menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat, pemerintah Provinsi NTT dan Pemda Sumba Timur
Penulis: Robert Ropo | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Robert Ropo
POS KUPANG, COM, WAINGAPU -Satpol PP Kabupaten Sumba Timur turun ke jalanan umum dan tempat-tempat keramaian membubarkan warga yang tongkrong, Minggu (22/3) malam, selain melakukan sosialisasi tentang social distancing mencegah corona.
Kasat Pol PP Sumba Timur, Gollu Wola, S.Pd, mengakui pada Minggu (22/3) malam, mereka membubarkan keramaian warga di Taman Sandelwood Kota Waingapu untuk mencegah penularan virus corona.
Pembubaran itu, diakui Gollu Wola, menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat, pemerintah Provinsi NTT dan Pemda Sumba Timur agar kerumunan warga di tempat-tempat umum dan keramaian lainnya dibubarkan.
Para penjual juga untuk sementara mewaspadai virus corona untuk tetap berada di rumah selama beberapa minggu ke depan menunggu instruksi pemerintah selanjutnya.
"Tempat-tempat umum seperti gereja, masjid dan sekolah-sekolah sudah tidak ada aktivitas lagi. Kita imbau warga untuk tidak boleh tongkrong di tempat terbuka yang berpotensi banyak orang, hindari kerumuman untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19," tegas Gollu.
Gollu mengatakan, pedagang di pasar-pasar diinstruksikan tetap berada di tempat jualan masing-masing, tidak boleh keluar ke mana-mana. Begitu juga toko dan kios-kios tetap waspada terkait covid-19.
"Kita patroli setiap malam selama dua minggu ke depan. Kalau seandainya masih bandel, kita ambil tindakan tegas bawa ke kantor dan dilakukan pembinaan," tegas Gollu.
Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, juga turun melakukan penertiban dan mengimbau warga melakukan social distancing mencegah corona. DPRD, katanya, mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah guna menghentikan laju penularan corana virus di Sumba Timur.
Namun Ali Fadaq meminta agar pemerintah perlu mempertimbangkan dengan baik khusus para pedagang. "Kalau para pedagang kecil tidak melakukan aktivitas, akan berakibat kurang baik. Contohnya, pedagang kuliner, mereka jualan malam agar besok bisa makan. Jadi perlu dipertimbangkan dengan baik, ini ibarat buah simalakama," tutur Ali Fadaq.

Pantauan Pos Kupang, Minggu (22/3) malam, terlihat Kasat Pol PP bersama puluhan anggotanya mendatangi tempat-tempat keramaian seperti di Taman Sandelwood, Lapangan Pahlawan dan jalan-jalan protokol.
Mereka membubarkan warga yang sedang ngobrol dan mengimbau pedagang kuliner dan lainnya untuk tetap waspada. *