News

Gara-gara Corona, Bea Cukai Atambua Larang Aktivitas Impor, Imigrasi Tolak WNA Berpaspor Wisata

Terhitung 20 Maret 2020, Bea dan Cukai Atambua melarang aktivitas pelayanan barang-barang impor untuk mencegah penyebaran virus corona.

Gara-gara Corona,  Bea Cukai Atambua Larang Aktivitas Impor, Imigrasi Tolak WNA Berpaspor Wisata
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Kantor Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone, Kantor Imigrasi Atambua, K.A Halim dan Kepala Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah saat konferensi pers di Kantor Imigrasi, Jumat (20/3/2020). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas

POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Terhitung 20 Maret 2020, Bea dan Cukai Atambua melarang aktivitas pelayanan barang-barang impor untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Per hari ini (Jumat 20/3, Red) kami sudah melakukan pelarangan terhadap pelayanan barang-barang impor," ujar Kepala Bea dan Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah, kepada wartawan saat konferensi pers di Kantor Imigrasi Atambua, Jumat (20/3).

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTT, Marciana Dominika Jone, dan Kepala Kantor Imigrasi Atambua, KA Halim.

Tribuana mengakui perlintasan barang ekspor masih dilakukan, sedangkan aktivitas impor sebagaimana diinstruksikan Gubernur sudah dilarang terhitung, Jumat (20/3).

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Atambua, KA Halim, melakukan pembatasan atau selektif bagi warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia melalui PLBN Terpadu, dan PLB di wilayah kerja Kantor Atambua. Imigrasi menolak WNA yang masuk ke Indonesia untuk tujuan wisata atau traveling.

Imbauan Kemenlu RI untuk WNI di Korea Selatan
Imbauan Kemenlu RI untuk WNI di Korea Selatan ((Instagram: @safetravel.kemlu))

"Kita selektif, WNA yang masuk ke Indonesia untuk jalan-jalan kita tolak, yang punya kepentingan diplomatik atau pemegang paspor dinas kita terima," ujar Halim.

Halim menjelaskan, PLBN dan PLB Indonesia dalam wilayah kerja Kantor Imigrasi Atambua tidak lock down karena belum ada perintah dari pemerintah pusat. Namun, dalam rangka pencegahan virus corona, Imigrasi melakukan pembatasan WNA yang masuk ke Indonesia. Pembatasan akses masuk dan keluar WNA ini sesuai dengan instruksi Gubernur NTT.

Kata Halim, kategori WNA yang ditolak masuk ke Indonesia adalah WNA yang melakukan kegiatan wisata, jalan-jalan dan kegiatan lain yang bukan kegiatan dinas.

Sedangkan WNA yang masuk ke Indonesia untuk kepentingan diplomatik atau pemegang paspor dinas diizinkan masuk.

Halaman
123
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved