ODP Berkaitan Dengan Corona Covid-19 di Ende Tinggal 3 Orang

ODP yang berkaitan dengan virus corona Covid-19 di Kabupaten Ende saat ini tinggal 3 orang dari sebelumnya sebanyak 22 orang

ODP Berkaitan Dengan Corona Covid-19 di Ende Tinggal 3 Orang
POS- KUPANG.COM/Romualdus Pius
Kadis Kesehatan Kabupaten Ende, dr Munafatma 

POS-KUPANG.COM |ENDE - Orang Dalam Pemantauan ( ODP) yang berkaitan dengan virus corona Covid-19 di Kabupaten Ende saat ini tinggal 3 orang dari sebelumnya sebanyak 22 orang.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Ende, dr Munafatma mengatakan hal itu kepada POS KUPANG.COM, Senin (23/3/2020) saat dikonfirmasi mengenai perkembangan ODP yang berkaitan dengan virus corona di Kabupaten Ende.

Munafatma penurunan jumlah ODP yang berkaitan dengan virus corona di Kabupaten Ende dari sebelumnya 22 menjadi 3 orang dikarenakan adanya perubahan protocol dalam memandang keberadaan virus corona.

Mgr. Fransiskus: Perjuangan Bathin Yang Berat Putuskan Pembatalan Semana Santa

Dikatakan jumlah ODP di Kabupaten Ende yang berkaitan dengan virus corona sebanyak 22 orang karena sebelumnya semua orang dari luar khususnya dari daerah terpapar corona masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan ( ODP) namun protocol terbaru menyatakan bahwa seseorang yang masuk dalam ODP harus menimal mengalami gejala antara lain demam atau batuk serta pilek juga sesak napas.

"Dengan adanya protocol terbaru maka ODP di Kabupaten Ende saat ini ada tiga orang bukan lagi 22 orang," kata Munafatma.

Wow, Harga Emas Tembus Rp 900 Ribu per Gram

"Kalau protocol yang lama ODP di Kabupaten Ende mencapai 22 orang namun sesuai protocol terbaru ODP di Ende sebanyak 3 orang," kata Munafatma.

"Saat ini dari tiga Orang Dalam Pemantauan (ODP), dua orang diantaranya sementara menjalani karantina mandiri sedangkan 1 ODP lainnya ditempatkan diruang isolasi RSUD Ende," ujar Munafatma.

"ODP yang ada di rumah sakit adalah pasien sebelummya dari Bali berusia 1 tahun,"kata Munafatma.

"Rata-rata ketiga pasien itu mengalami demam,batuk dan pilek namun belum ke arah gangguan pernapasan berat" kata Munafatma.

Meskipun masuk dalam ODP namun secara umum dan klinis 3 pasien belum mengarah ke gejala sebagai penderita virus corona.

"Tidak ada yang menjadi penderita virus corona,"katanya.

Status ODP semata-mata sebagai upaya untuk mencegah keberadaan virus corona. "Oleh karena itu kepada masyarakat diingatkan apabila mengalami gejala seperti demam dan batuk ataupun pilek segera memeriksakan diri ke rumah sakit ataupun sarana kesehatan terdekat," ujar Munafatma. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved