Mgr. Fransiskus: Perjuangan Bathin Yang Berat Putuskan Pembatalan Semana Santa

Perjuangan bathin yang berat harus dilakukan oleh Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung

Mgr. Fransiskus: Perjuangan Bathin Yang Berat Putuskan Pembatalan Semana Santa
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Prosesi laut dalam perayaan Semana Santa di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Jumat (19/4/2019) 

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Perjuangan bathin yang berat harus dilakukan oleh Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, ketika memutuskan membatalkan perayaan Semana Santa dan semua prosesi khusus tahun 2020 ditengah ancaman penularan virus corona ( Covid-19)

"Kami menyadari keputusan ini kemungkinan besar menimbulkan gejolak bathin bagi sebagian besar umat. Kami sendiri pun mempunyai perjuangan bathin yang cukup berat mengambil keputusan ini. Namun demi iman, nilai keselamatan orang banyak dan demi kecintaan kepada Tuan Ma dan Reinha Larantuka, kecintaan kepada Tanah Air tercinta Indonesia, kami harus mengambil keputusan ini," ujar Mgr. Fransiskus dalam surat keputusan yang diterima POS-KUPANG.COM, Senin (23/3/2020) dari Romo Fransiskus Xaverius Hurint, Pr dari Larantuka.

Antisipasi Virus Corona Covid-19 NTT Butuh Sekitar 350 Ribu APD

Mgr.Fransiskus mengatakan, misa perayaan Pekan Suci dimulai Minggu Palem dan Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Paskah dan Minggu Paskah) tetap dilaksanakan di Gereja Katedral dan gereja-gereja paroki tanpa kehadiran umat.

"Umat diimbau tetap tinggal di rumah masing-masing mengadakan doa dan ibadah keluarga di rumah (doa rosario, membaca dan merenungkan Kita Suci), berdoa bagi kepentingan gereja, dunia, bangsa dan negara dan memohon segera berlalunya wabah in," pesan Mgr.Fransiskus.

Ini yang Dilakukan Koramil 1618-03/Insana Utara dan Polsek Insana Utara Mencegah Penyebaran Corona

Demikian juga misa hari Minggu dan misa hari-hari biasa, pengakuan dosa, jalan salib, pertemuan umat di komunitas basis gerejawai dan kelompok dihentikan.

"Saya mengajak umat Keuskupan Larantuka, marilah kita ikutserta dalam misteri salib Tuhan, turut berbela rasa dengan penderitaan dunia dan bangsa. Saya mengajak agar kita rela mengorbankan kepentingan diri dan tradisi kita untuk keselamatan umat manusia, termasuk diri kita serta keluarga kita," imbuh Mgr.Fransiskus.

Tindakan yang diambil ini, kata Mgr.Fransiskus adalah konkrit dari pelaksanaan Aksi Puasa Pembangunan Keuskupan Larantuka tahun ini, yakni membela hak asasi manusia adalah tanggungjawab kita.

Hak atas hidup, hak atas kesehatan dan keselamatan adalah hak asasi setiap orang. Ketika hak itu terancam oleh bahaya virus corona, kita berkewajiban membela dan mencegahnya. Ini adalah panggilan kemanusiaan dan panggilan iman semua murid Yesus.

"Semoga dengan doa Bunda Maria, Ibunda Yesus dan Ibu kita, Tuan Ma dan Renha Larantuka, virus corona cepat berakhri dan kita bangkit kembali dengan semangat Paskah Tuhan." (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved