Cegah Covid-19 Pol PP Sumba Timur Bubarkan Warga Nongkrong dan Imbau Social Distancing

Cegah Covid-19 Pol PP Sumba Timur bubarkan warga nongkrong dan imbau Social Distancing

Cegah Covid-19 Pol PP Sumba Timur Bubarkan Warga Nongkrong dan Imbau Social Distancing
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Sat Pol PP sedang melakukan himbauan dan pembubaram kepada warga ysng nongkrong. 

Cegah Covid-19 Pol PP Sumba Timur bubarkan warga nongkrong dan imbau Social Distancing

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU - Demi mencegah penularan covid-19 penyebab corona virus, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur melalui Sat Pol PP Kabupaten Sumba Timur turun ke jalanan umum dan tempat-tempat keramaian untuk membubarkan warga yang nongkrong dan juga melakukan sosialisasi tentang social distancing, Minggu (22/3/2020) malam.

Kasat pol PP Gollu Wola, S. Pd ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di sela kegiatan iu di Taman Sandelwood Kota Waingapu, Minggu (22/3/2020) menjelaskan, kegiatan itu dilakukan guna mencegah penularan virus corona. Kegiatan itu juga sesuai instruksi Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi NTT dan Pemda Kabupaten Sumba Timur dimana di tempat-tempat umum dan keramaian orang perlu dibubarkan, begitu juga bagi para penjual untuk sementara perlu mewaspadai virus tersebut untuk tetap berada di rumah selama beberapa minggu kedepan menunggu Instruksi pemerintah selanjutnya.

Kodim 1618/TTU Bagi Paket Sembako kepada Warga di Lokasi TMMD

"Karena virus ini tidak memandang siapa. Di tempat-tempat umum seperti di tempat ibadah gereja, mesjid dan sekolah-sekolah sudah tidak ada aktifitas lagi. Jadi kita imbau warga untuk tidak boleh nongkrong di tempat terbuka yang berpotensi banyak orang, hindari kerumuman orang untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19 ini,"kata Gollu.

Gollu juga mengatakan, sementara di pasar-pasar juga diinstruksikan untuk penjual tetap berada di tempat jualan masing-masing tidak boleh keluar kemana-mana, begitu juga di Toko dan Kios-Kios untuk tetap waspada terkait covid-19 ini.

Dukung Pemerintah Cegah Penyebaran Corona, Pengusaha Tempat Wisata di TTS Tutup Taman Payung

"Jadi mulai malam ini semua harus taat sambil tunggu pengumuman Pemerintah selajutnya. Kita akan patroli terus tiap malam selama dua minggu kedepan untuk tertibkan dan imbau terkait ini, kalau seandainya ada yang masih bandel kita akan ambil tindakan bawa ke kantor dan dilakukan pembinaan,"tegas Gollu.

Salah satu pedagang di Taman Sandelwood sekaligus warga Sumba Timur, Vecky Parinussa kepada wartawan mengaku sangat setuju dengan himbauan dan penertiban untuk tidak menongkrong dengan berkumpul banyak orang dari Sat Pol PP.

Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah sangat positif karena untuk mencegah covid-19 yang mana virus mematikan ini. "Intinya kami menerima dengan senang hati,"ungkap Vecky.

Warga lainya, Martin juga mengatakan hal yang sama. Ia sangat senang dan menerima dengan postif terkait himbuan dan penertiban itu guna mencegah wabah virus corona itu.

Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq yang juga ikut turun melihat penertiban dan himbauan untuk social distracing itu mengatakan, DPRD sangat mendukung terhadap langkah-langkah yang diambil Pemerintah guna menghentikan laju penularan corana virus itu.

Namun, Ali Fadaq meminta agar pemerintah perlu mempertimbangkan dengan baik khusus bagi pedagang. Sebab para pedagang kecil jika tidak melakukan aktifitas tentu juga akan berakibat yang kurang baik.

"Pada intinya kita mendukung langkah-langkah pemerintah ini, tetapi perlu dipertimbangkan dengan baik khusus bagi pedagang ini. Contohnya pedagang kuliner ini mereka kerja jualan malam ini untuk besok makan jadi perlu dipertimbangkan dengan baik, ini ibarat buah simalakama,"kata Ali Fadaq.

Sementara itu Pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu (22/3/2020) malam terlihat Kasat Pol PP bersama puluhan anggotanya mendatangi tempat-tempat keramaian seperti di Taman Sandelwood, Lapangan Pahlawan dan jalan-jalan Protokol. Mereka tanpak membubarkan warga yang sedang ngobrol, tanpak mereka juga menghimbau kepada para pedagang kuliner dan lainnya untuk selalu waspada dan untuk sementara tidak boleh menjual lagi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved