Dukung Pemerintah Cegah Penyebaran Corona, Pengusaha Tempat Wisata di TTS Tutup Taman Payung

Dukung Pemerintah Cegah Penyebaran Corona, Pengusaha Tempat wisata di TTS Tutup Taman Payung

Dukung Pemerintah Cegah Penyebaran Corona, Pengusaha Tempat Wisata di TTS Tutup Taman Payung
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Yudit Selan, pemilik obyek wisata taman payung

Dukung Pemerintah Cegah Penyebaran Corona, Pengusaha Tempat wisata di TTS Tutup Taman Payung

POS-KUPANG.COM | SOE - Yudit Selan, pengusaha tempat wisata taman payung yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten TTS menutup sementara tempat wisata taman payung untuk mendukung gerakan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona di lokasi pariwisata. Penutupan taman payung mulai berlaku Minggu (22/3/2020) hingga waktu yang belum ditentukan.

Dihubungi POS-KUPANG.COM, Senin (23/3/2020) melalui sambungan telepon, Yudit mengatakan, selain untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona, langkah penutupan taman payung sendiri dilakukan pasca melihat perilaku pengunjung yang sulit diatur.

Warga Nagekeo Belum Paham Covid-19, Ini Tanggapan Kabid P2 Nagekeo

Selaku pemilik lokasi taman payung, dirinya telah menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk dan pintu keluar lokasi taman payung, tetapi masih banyak pengunjung yang tidak menggunakan fasilitas tersebut. Melihat perilaku tersebut, Yudit Pi memutuskan untuk menutup taman payung untuk sementara waktu.

" Kakak, taman payung sudah saya tutup dari kemarin. Ini sebagai upaya kita mencegah penyebaran virus Corona di tempat wisata," ungkapnya.

Langkah Tepat RDTL

Ia mengaku, penutupan lokasi taman payung praktis membuat dirinya tak menerima penghasilan apa pun dari obyek wisata tersebut.

Namun untuk alasan kemanusiaan, dirinya bersama keluarga dan kelompok pemuda Demokrat Tublopo kompak menutup obyek wisata yang baru dibukan 8 Februari lalu tersebut.

" Kalau omong uang, pasti kita rugi. Karena dalam seminggu penghasilan dari taman Payung berkisar 3 juta hingga 5 juta. Tapi karena untuk kepentingan kemanusiaan ya kita harus dukung," ujarnya.

Dirinya berharap, langkah penutupan tempat wisata bisa diikuti oleh Pemda TTS untuk mencegah penyebaran virus Corona di lokasi pariwisata. Pasalnya, pengunjung yang datang ke tempat wisata tidak hanya warga TTS semata, tetapi juga warga dari luar daerah. Apa lagi, di tempat wisata belum tersedia alat pengecek suhu tubuh, tempat cuci tangan dan belum dilakukan penyemprotan cairan desinfektan.

" Kalau sekolah, rumah ibadat sudah ikut kebijakan pemerintah, seharusnya tempat wisata yang dikelolah pemerintah juga harus ditutup untuk mencegah penyebaran virus Corona di tempat wisata," pintanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved