Uskup Turang Stop Misa Dua Pekan, Dukung Pemerintah Cegah Virus Corona

Umat Katolik Kota Kupang dan sekitarnya tidak mengikuti peribadatan Jalan Salib serta misa harian dan misa mingguan di gereja- geraja

Uskup Turang Stop Misa Dua Pekan, Dukung Pemerintah Cegah Virus Corona
POS-KUPANG.COM/Tommy Mbenu Nulangi
Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Umat Katolik Kota Kupang dan sekitarnya tidak mengikuti peribadatan Jalan Salib serta misa harian dan misa mingguan di gereja- geraja yang tersebar di wilayah Keuskupan Agung Kupang. Upaya ini untuk mencegah penyebaran virus Corona ( Covid-19).

Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Pr meniadakan kegiatan liturgis selama dua pekan ke depan di gereja, terhitung sejak Jumat (20/3). Informasi ini dibenarkan Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD Gerardus Duka, Pr.

Sholat Isra Miraj, Ini Penjelasan Ketua MUI NTT

Rohaniwan yang akrab disapa Romo Dus ini mengatakan, keputusan Keuskupan Agung Kupang menindaklanjuti seruan pemerintah mencegah penyebaran virus Corona.

Menurut Romo Dus, pihaknya telah menginformasikan kepada semua pastor paroki yang bertugas di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

"Sikap yang diambil pemerintah kita, itu juga menjadi sikap dari gereja. Gereja tidak jalan sendiri, pemerintah juga tidak jalan sendiri. Kita bersama sebagai masyarakat warga negara, baik gereja maupun pemerintah mengambil langkah-langkah yang cepat dan benar untuk mengatasi Covid-19 ini," kata Gerardus saat ditemui di Istana Keuskupan Agung Kupang, Jumat (20/3).

WNI Tiba Kupang

Menurut Gerardus, Covid-19 bukan lagi suatu wabah yang sifatnya lokal tetapi global. Keprihatinan global menjadi keprihatinan gereja universal maupun gereja yang bersifat lokal.

Ia mengungkapkan, keuskupan-keuskupan di Indonesia secara lokal atau gereja setempat sudah mengeluarkan himbauan-himbuan kepada umat. Salah satunya adalah bentuk-bentuk ibadat yang mengumpulkan banyak umat, untuk sementara waktu ditiadakan.

"Gereja mengikuti arahan pemerintah, yaitu tidak mengumpulkan banyak massa atau dalam hal ini umat untuk mengantisipasi menyebar secara massif Covid-19," katanya.

Gerardus menyebut, misa pada Minggu (22/3) dan Minggu (29/3) ditiadakan. "Dalam kurun waktu seminggu ke depan, untuk sementara meniadakan semua ibadat termasuk misa mingguan maupun misa harian. Untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat tidak banyak mengumpulkan umat di suatu tempat itu kita minta kepada para pastor bisa melayani," ucapnya.

Ibadat Jalan Salib merupakan salah satu devosi dalam Gereja Katolik. Devosi ini dibuat untuk merenungkan sengsara dan wafat Yesus. Jalan salib juga dengan jalan penderitaan (via dolorosa). Gereja melaksanakan devosi ini pada setiap hari Jumat selama masa Prapaskah dan pada hari Jumat Agung.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved