WNI Tertahan di Pos Lintas Batas Negara Motaain Tiba Kupang

WARGA Negara Indonesia ( WNI) yang tertahan di Pos Lintas Batas Negara Motaain ( PLBN Motaain), Kabupaten Belu tiba di Kota Kupang

WNI Tertahan di Pos Lintas Batas Negara Motaain Tiba Kupang
ISTIMEWA
Jesuino Dos Reis M.Carvalho 

POS-KUPANG.COM - WARGA Negara Indonesia ( WNI) yang tertahan di Pos Lintas Batas Negara Motaain ( PLBN Motaain), Kabupaten Belu tiba di Kota Kupang, Jumat (20/3/2020) siang. Mereka menumpang Pesawat TransNusa dengan nomor penerbangan 8B-119, mendarat di Bandara El Tari Kupang pukul 11.10 Wita.

Pesawat TransNusa membawa 27 penumpang, terdiri 23 orang dewasa, 3 anak-anak, dan seorang bayi. Begitu memasuki terminal kedatangan internasional, petugas memeriksa suhu tubuh setiap penumpang dengan menggunakan thermal scanner. Selanjutnya, petugas Imigrasi memeriksa surat administrasi. Kemudian, mereka melewati pemeriksaan barang bawaan oleh petugas Bea Cukai. Namun, mereka menolak diwawancara.

Data Terkini: ODP di NTT Sudah Mencapai 92 Orang, Ini Sebarannya

Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) memutuskan melakukan lockdown (menutup) daerah perbatasan. Kebijakan yang mulai berlaku sejak Kamis (19/3) itu untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pemerintah Timor Leste menolak kunjungan wisatawan ke negara mereka.

Consul RDTL Em Kupang, Jesuino Dos Reis M Carvalho mengatakan, turis dari 147 negara dilarang masuk ke Timor Leste termasuk Indonesia.

"Pemberlakuan aturan itu dimulai hari ini. Bukan lockdown. Artinya ditutup hanya untuk wisatawan," ujar Carvalho, Kamis malam (19/3).

NEWS ANALYSIS Agus Pambagio Pengamat Kebijakan Publik: Genjot Social Distancing

Artinya, lanjut Carvalho, masih ada aktivitas lain seperti ekspor dan impor barang, termasuk keluar masuknya orang dengan alasan khusus.

Kemudian bagi WNA yang tinggalnya di Timor Leste, boleh masuk ke negaranya dengan keterangan kesehatan. Aturan itu dikeluarkan oleh Pemerintah Timor Leste atas hasil keputusan Dewan Menteri di Dili.

Carvalho mengakui, pihaknya menutup pintu untuk wisatawan, tanpa berkoordinasi dengan 147 negara termasuk Indonesia, karena makin tingginya wabah virus Corona yang melanda dunia.

"Saya juga pertanyakan kenapa tidak koordinasi dengan Indonesia. Tadi pagi langsung tutup, tapi setelah itu Pemerintah Timor Leste melakukan, karena untuk mengantisipasi masuknya virus Corona. Virus ini sangat berbahaya, jadi langsung mereka ambil keputusan untuk tutup sementara," katanya.

Penutupan itu hanya berlaku untuk turis. Sedangkan untuk WNI yang tinggal di Timor Leste, yang memiliki aktivitas di Timor Leste, mendapat izin tinggal serta mendapat visa kerja tidak dilarang. "Artinya yang kegiatan-kegiatan tidak penting tidak perlu masuk ke Timor Leste," jelasnya.

Pihaknya akan melihat perkembangan dalam satu bulan ke depan. Jika keadaan kembali normal atau virusnya di dunia sudah tidak ada, maka status ini akan dicabut kembali oleh pemerintah Timor Leste.

Terpisah, Wakil Bupati Belu JT Ose Luan meminta otoritas PLBN Mota'ain agar melakukan koordinasi intensif dengan pimpinan tingkat atas karena Gubernur NTT sudah menyatakan untuk menutup sementara PLBN di wilayah NTT.

Ose Luan menegaskan, masalah virus Corona merupakan masalah kemanusian. Oleh karena itu upaya pencegahan merupakan tanggungjawab semua masyarakat Kabupaten Belu. "Semua yang ada di Belu memiliki tanggung jawab," tandanya.
(cr1/jen/kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved