Semana Santa

Mgr. Vincentius Sensi Potokota: Umat Keuskupan Agung Ende Tidak Dianjurkan Ikut Semana Santa

Mgr. Vincentius Sensi Potokota: Umat Keuskupan Agung Ende Tidak Dianjurkan Ikut Semana Santa

Mgr. Vincentius Sensi Potokota: Umat Keuskupan Agung Ende Tidak Dianjurkan Ikut Semana Santa
POS- KUPANG.COM/Romualdus Pius
Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sesnsi Potokota 

Mgr. Vincentius Sensi Potokota: Umat Keuskupan Agung Ende Tidak Dianjurkan Ikut Semana Santa

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Uskup Keuskupan Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota menegaskan umat Keuskupan Agung Ende tidak dianjurkan mengikuti perayaan Pekan Suci Devosi Semana Santa di Larantuka.

Hal itu disampaikan oleh Mgr. Vincentius saat diwawancarai POS-KUPANG.COM via telepon, Sabtu (21/3/2020) menyikapi ancaman wabah virus Corona.

Antisipasi Virus Corona Uskup Agung Ende Tiadakan Misa di Tiga Kabupaten di Flores

"Instruksi atau imbauan Pastoral Uskup Agung Ende jelas-jelas ada satu poin di sana, umat sekeuskupan Agung Ende tidak dianjurkan untuk Samana Santa," ungkap Mgr. Vincentius.

Dia katakan ada beberapa hal penting yang mau ia sampaikan terkait ancaman wabah virus Corona.

Pertama, ancaman wabah Virus Corona amat nyata di depan hidup kita, di depan iman kita yang tidak mudah goyah. Kita komunitas umat Katolik, harus ikut aktif berbuat apa saja yang menyelamatkan.

Ini Penegasan Kepsek SMAN 1 Waikabubak, Sumba Barat Setelah Liburkan Sekolah

Kedua, bersama segenap warga masyarakat dunia yang yang tengah terancam oleh wabah Virus Corona. Komunitas umat Katolik harus ikhlas untuk mendengar, memahami dan mempercayai informasi dan penjelasan, hanya dari lembaga resmi yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di bawah koordinasi pemerintah yang sah.

Ketiga, kesediaan komunitas umat Katolik untuk bekerjasama, harus nyata dalam mentaati setiap butir protokol panduan praktis untuk tindakan kewaspadaan, pencegahan dan penanganan yang disosialisasikan dan dilaksanakan secara benar oleh pihak-pihak yabg resmi.

Keempat, terkait semua sarana dan prasarana fisik keagamaan di lingkup persekutuan-persekutuan Katolik, harus ddipastikan bersih dan bebas dari kemungkinan Virus Corona, sesuai standar yang berlaku, termasuk sarana-sarana yang diperuntukkan sebagai fasilitas lembaga-lembaga pelayanan publik; Yayasan Katolik, sekolah-sekolah Katolik, Rumah Sakit dan klinik Katolik, maupun biara-biara Katolik.

Kelima, semua Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki (DPP), wajib berkonsultasi dan sedapat boleh taat pada tata tertib berinteraksi yang aman pada setiap dinamika peribadatan umat Katolik sesuai panduan standar dari pihak-pihak bertanggung jawab yang sah, termasuk mengizinkan fasilitas gereja-gereja untuk kegiatan-kegiatan sosialisasi dari para Dokter dan para petugas kesehatan.

Keenam, diduga berbagai ibadat perayaan Hari Minggu dan khususnya Pekan Suci yang akan datang, akan amat terganggu. Maka, masukan dan nasehat-nasehat keahlian sedang dihimpun. Uskupmu, akan menyimpulkan dan merumuskan bagaimana sebaiknya solusi-solusi penyelamatnya.

Izinkanlah saya mengusulkan untuk mengurung niat ke Larantuka pada perayaan Pekan Suci, khususnya untuk Devosi Semana Santa.

Ketujuh, sebagai persekutuan umat beriman, mari kita menggalang kagiatan-kegiatan Doa pendukung, untuk secara kreatif menyatukan segala kecemasan, ketakutan dan penderitaan, bahkan maut sekalipun akibat wabah Corona.

Dengan penderitaan dan Salib Tuhan kita Yesus Kristus, agar manusia bersatu melawan Corona untuk menang bersama Tuhan pencinta kehidupan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved