Gereja Katolik Indonesia Harap Umat Berdoa Bagi Bangsa, Pesan Kardinal Ignatius Suharyo Jangan Takut
Gereja Katolik Indonesia Harap Umat Berdoa Bagi Bangsa, Pesan Kardinal Ignatius Suharyo Jangan Takut
Gereja Katolik Indonesia Harap Umat Berdoa Bagi Bangsa, Pesan Kardinal Mgr Ignatius Suharyo Jangan Takut
POS KUPANG.COM , JAKARTA -- Umat Katolik sebagai bagian dari Bangsa Indonesia juga ikut merasakan dan terkena dampak dari meluasnya wabah virus corona atau covid-19
Kardinal Ignatius Suharyo memberi pesan agar umat Katolik Indonesia terus berdoa dan berharap agar bencana ini segera berakhir
Dikutii dari Vatikannews, Gereja Indonesia mendesak umat beriman untuk berdoa bagi bangsa ketika virus menyebar
Dalam sebuah pesan video, Kardinal Ignatius Suharyo mendesak umat Katolik untuk waspada dan tabah dalam doa ketika negara itu berusaha mengatasi wabah koronavirus.
Gereja Katolik di Indonesia mendesak umat beriman untuk tetap tenang dan bekerja sama dengan upaya bangsa dalam upaya menahan penyebaran virus corona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19. Dikatakan krisis juga merupakan momen untuk tumbuh dalam iman, persaudaraan dan belas kasih.
“Saya meminta saudara-saudari [saya] untuk memperhatikan para pemimpin nasional kita dan berusaha untuk tidak panik dan khawatir. Kami berharap dan percaya bahwa semuanya akan kembali normal, "Kardinal Ignatius Suharyo dari Jakarta mendesak, berusaha untuk menenangkan ketakutan yang tumbuh ketika bangsa itu bergulat dengan penyebaran virus.
• Ustaz Abdul Shomad Ungkap Virus Corona Akan Segera Berakhir di Pertengahan Tahun 2020, Ditunggu?
• Wajah Cantik Kajwa Shihab Terpampang di Truk, Reaksi Pemandu Acara Mata Jajwa Beri Saran ini
Kardinal yang adalah Ketua Konferensi Waligereja Katolik Indonesia (KWI), merilis video YouTube 3 menit, menyatakan rasa terima kasih kepada para pekerja medis dan yang lainnya yang memerangi wabah sejak pengumuman 2 kasus pertama awal bulan ini. Dia menggambarkan situasi saat ini sebagai "tantangan bagi kemanusiaan dan iman."
Doa
“Mari kita berdoa untuk saudara dan saudari kita yang menjadi korban virus ini. Bagi mereka yang meninggal karena virus ini, semoga jiwa mereka beristirahat dalam kedamaian abadi. Bagi mereka yang sakit, semoga mereka sembuh, ”kata Kardinal Suharyo.
“Mari kita berdoa untuk para pemimpin nasional kita, pekerja medis dan semua individu yang terlibat dalam upaya untuk mengembalikan normalitas. Semoga Tuhan memberkati mereka dengan semua yang mereka butuhkan sehingga mereka dapat memenuhi tanggung jawab mereka. "
Iman, persaudaraan, kasih sayang
Kardinal Suharyo juga meminta umat Katolik untuk tumbuh dalam iman, persaudaraan, dan belas kasihan selama krisis. “Semoga Tuhan kita yang Maha Pemurah menjaga dan melindungi kita semua,” katanya.
Uskup Agung berusia 69 tahun, yang membuat Paus Fransiskus menjadi kardinal pada bulan Oktober, juga mengeluarkan beberapa pedoman tentang perayaan liturgi dan layanan gereja selama krisis.
Itu termasuk langkah-langkah seperti mendisinfeksi interior gereja sebelum mengadakan perayaan Ekaristi, menyediakan pembersih tangan, mengosongkan font air suci, menempatkan kotak-kotak koleksi di pintu masuk gereja dan, jika mungkin, mensterilkan juga area gereja.
Pelaporan kurang
Negara terpadat keempat di dunia, Indonesia pada hari Kamis melaporkan 309 kasus infeksi dari tidak kurang dari 3 minggu yang lalu. Korban tewas naik menjadi 25, lebih tinggi dari negara Asia Tenggara lainnya. Pada hari Rabu, jumlah orang yang terinfeksi mencapai 227.
Presiden Joko Widodo pada hari Kamis menyerukan untuk segera meningkatkan pengujian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/paus-fransiskus-angkat-uskup-agung-jakarta-ignatius-suharyo-jadi-kardinal-untuk-indonesia.jpg)