Festival Paskah Kolaborasi Resmi Ditunda, Rudy Tokan : Kita Dukung Gereja & Pemerintah Cegah Corona
Festival Paskah Kolaborasi 2020 Resmi Ditunda, Rudy Tokan : Kita Dukung Gereja dan Pemerintah Cegah Penyebaran Corona
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Festival Paskah Kolaborasi 2020 Resmi Ditunda, Rudy Tokan : Kita Dukung Gereja dan Pemerintah Cegah Penyebaran Corona
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Panitia Festival Paskah Kolaborasi 2020 (FPK 2020) akhirnya secara resmi mengumumkan penundaan event akbar yang sedianya akan berlangsung pada pekan Hari Raya Paskah 2020. Keputusan tersebut disampaikan ketua Panitia FPK 2020, Rudy Tokan kepada wartawan pada Sabtu (21/3/2020) sore.
"Sebagai bentuk empati terhadap situasi dunia yang sedang diserang wabah Corona, Panitia menunda Festival Paskah Kolaborasi 2020 yang sedianya akan digelar GMIT KLASIS Kota Kupang Timur, yang puncaknya akan dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2020 mendatang," demikian kata Rudy Tokan.
Keputusan tersebut, terang Rudy, juga dibuat sebagai dukungan terhadap gereja dan pemerintah dalam rangka melakukan pencegahan dan memerangi wabah virus Corona (Coronavirus) yang mewabah secara cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
"Bersama Ketua Klasis Kota Kupang Timur dan seluruh majelis jemaat Klasis Kota Kupang Timur, kami telah memutuskan untuk menunda Festival Paskah Kolaborasi 2020 sampai batas waktu tak tentu," katanya.
Berbagai persiapan yang telah dilakukan panitia, jelas Rudy, akan dilanjutkan dalam durasi waktu yang lebih panjang khususnya untuk masa pra event.
Ia mengatakan, kegiatan promosi dan konsolidasi internal tetap dilakukan panitia dan stakeholder melalui group-group WA. Demikian pula dengan produksi konten kreatif sebagai bahan promosi dan sosialisasi event pun akan terus dilakukan sampai pemerintah menyatakan daerah telah aman dari Covid-19.
Rudy menerangkan, keputusan tersebut juga bermakna sebagai bentuk empati terhadap kondisi dunia yang sedang dirundung kesedihan akibat musibah kemanusiaan yang disebabkan oleh serangan Virus Covid-19.
Kepada jemaat dan umat di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kota Kupang, Rudy menghimbau agar patuh pada arahan gereja dan juga pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan potensi penyebaran virus Covid-19.
"Kita semua dihimbau untuk kembali ke rumah masing-masing, menghindari perilaku yang menyebabkan kerugian secara fisik maupun psikis serta berdoa agar mental spiritualitas sebagai umat beriman menjadi lebih berkualitas di masa-masa ujian berat bagi dunia ini," demikian harap mantan jurnalis ini.
Kepada Panitia Festival Paskah Kolaborasi, Rudy juga berpesan agar selalu menjaga kesehatan, terus berkoordinasi melalui WAG yang sudah disiapkan, dan tidak menghentikan kreativitas serta impian untuk membuat sukses event kerohanian akbar yang telah digagas dan dikerjakan ini.
Kegiatan tersebut, kata Rudy, akan segera dilanjutkan jika keadaan emergensi akibat Covid-19 telah berakhir dan dinyatakan tidak menjadi ancaman lagi.
Festival Paskah perdana yang mengusung tema gereja sebagai pelopor solidaritas keberagaman, kerukunan serta perubahan di era 4.0 tersebut awalnya direncanakan akan dilaksanakan di Kota Kupang mulai 24 Maret 2020.
Rangkaian Festival rohani yang sedianya dimulai dengan pembukaan cafe rohani di Taman Nostalgia pada 24-28 Maret 2020, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Bazar Jemaat pada 1-4 April 2020 hingga puncak Festival pada 12 April 2020 tersebut sedianya akan melibatkan ribuan umat lintas agama di Kota Kupang.
• VIDEO – Selangkah Lagi Paket AYO Ikut Pilkada TTU, Setelah Lolos Seleksi Administrasi
• Pemerintah Ingatkan Klorokuin Bukan Obat Cegah Corona, Tak Perlu Beli dan Simpan
• Wisata Kuliner di Pantai Tedys Masih Ramai Pengunjung
• Patung Kristus Penebus Brasil Disinari Bendera Negara yang Terpapar Virus Corona, Indonesia?
Festival yang oleh Ketua Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Samuel Pandie S.Th disebut sebagai event solidaritas dan toleransi umat beragama tersebut memang dirancang untuk menjadi pengejawantahan panggilan dan pelayanan gereja yang menyentuh pada isu-isu populer di tengah jemaat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)