Minggu, 3 Mei 2026

Tabligh Akbar Indonesia Disorot Media Asing, Peserta Sebut Lebih Takut pada Tuhan

Tabligh Akbar Indonesia Disorot Media Asing, Peserta Sebut Lebih Takut pada Tuhan

Tayang:
Editor: Alfred Dama
(KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)
IJTIMA DUNIA 2020 yang dihadiri ratusan Warga Negara Asing (WNA) akan tetap dilanjutkan oleh panitia meski telah beberapa kali mendapat permintaan penundaan oleh pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ditengah ancaman wabah virus corona. Rabu, (18/3/2020). 

Tabligh Akbar Indonesia Disorot Media Asing, Peserta Sebut Lebih Takut pada Tuhan

POS KUPANG.COM -- Menyebarnya virus corona dengan cepat ke berbagai penjuru dunia membuat pemerintah di berbagai negara disibukan dengan upaya memberantas penyakit dengan disebut Covid-19 ini

Hampir semua negara mengluarkan himbauan kepada warganya untuk tidak berada di kermumuman banyak orang atau menghndara acara-acara yang dihadari massa dalam jumlah banyak

Bahkan sejumlah liga sepakola di Eropa terpaksa dihentikan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona ini 

Namun masih ada saja kelompok warga di Indoensia yang menyelanggarakan acara yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak

Hal ini jelas menjadi sorotan media asing

WASPADA, Virus Corona Sudah Menyebar di 16 Provinsi, Bagaiman di NTT? Ini Daftar Sebaran Covid-19

Persib , PSS Slemen dan Bhayangkara FC Disebut Tergantung Produk Asing, Sampai 3 Menang Berturut

Paranormal Ungkap Niat Didi Riyadi Dekati Ayu Ting Ting, Madam Arra Sebut Iseng-iseng Berhadia

Ahok Naik Pitam Lihat Puput Nasititi Devi Dikambingkan Hitamkan, Mati-matian Bela Sang Istri

Dikutip dari Reuters, ribuan jemaah se-Asia berkumpul di Indonesia pada Rabu (18/03/2020). Wabah virus corona yang mudah menular tidak mereka pedulikan.

Acara besar ini berlangsung setelah dua pekan lalu acara serupa terjadi di Malaysia dan menginfeksi sekitar 500 orang jemaah.

Panitia acara regional Ijtima Dunia 2020 mengatakan bahwa acara yang berlangsung di Gowa , Indonesia ini telah dimulai.

Meski pun kepala polisi daerah mengatakan dia membuat upaya terakhir membujuk penyelenggara agar membatalkan acara itu, tapi tetap saja tidak berhasil. Mustari Bahranuddin, salah satu panitia mengatakan,

"Kami lebih takut pada Tuhan," ujarnya ketika ditanya Reuters tentang risiko yang bakal dialami jika acara di Gowa, Sulawesi Selatan , Indonesia itu berlangsung.

Pemeriksaan suhu tubuh di Bandara Frans Sales Lega Ruteng saat penumpang turun pesawa
Pemeriksaan suhu tubuh di Bandara Frans Sales Lega Ruteng saat penumpang turun pesawa (ISTIMEWA)

"Setiap manusia takut sakit, takut mati," ujar Bahranuddin, "Tapi ada yang lebih dari fisik, yaitu jiwa."

Dikatakan oleh Arifuddin Saeni, salah satu panitia acara, pihak panitia penyelenggara telah menolak permintaan resmi dari otoritas untuk menunda acara besar itu.

Dia mengestimasikan sebanyak 8.695 orang telah berada di Gowa , dekat kota Makassar . Jemaah sebanyak itu dianggap panitia tidak mungkin untuk dibubarkan.

"Mereka akan terus berdatangan," ujar Saeni, "Ada yang datang dari Thailand , Arab, India dan Filipina." Ada pun acara serupa di Malaysia yang dilaksanakan pada 27 Februari sampai 1 Maret lalu dihadiri 16 ribu jemaah.

Baik acara di Malaysia mau pun di Indonesia, diorganisasikan oleh kelompok muslim Jemaah Tabligh. Sebuah gerakan muslim evangelis yang kerap mempromosikan dakwah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved