Salam Pos Kupang

Libur Sekolah sebagai Social Distancing

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang: libur sekolah sebagai Social Distancing

Libur Sekolah sebagai Social Distancing
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang: libur sekolah sebagai Social Distancing

POS-KUPANG.COM - PRESIDEN Joko Widodo menyatakan Indonesia darurat bencana nasional pasca merebaknya wabah virus Corona ( Covid-19). Berbagai upaya pencegahan penyebaran virus mematikan itu telah dilakukan, termasuk pembatasan kegiatan sosial atau social distancing. Ada beragam bentuk social distancing, di antaranya meliburkan siswa dari aktivitas belajar di sekolah.

Selaras dengan kebijakan Presiden Jokowi, Pemerintah Provinsi NTT meliburkan siswa selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 20 Maret. Kebijakan ini ditindaklanjuti oleh bupati dan wali kota.

Sejenak Menepi Pada Eksistensi

Libur sekolah tidak hanya berlaku bagi siswa SMP dan SMA/SMK. Anak-anak PAUD/TK serta murid SD juga libur. Beberapa lembaga pendidikan sudah lebih dahulu meliburkan anak didiknya, sebelum Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menerbitkan surat edaran tentang libur sekolah.

Pembatasan kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan bagian dari respons kedaruratan kesehatan masyarakat. Spiritnya adalah mencegah meluasnya penyebaran virus Corona di NTT. Apalagi, mengingat sampai saat ini belum ada warga NTT yang positif Corona.

Kaban Perbatasan Koordinasi Imigrasi RDTL

Pada aras ini, peliburan siswa merupakan langkah tepat untuk meminimalisir jumlah kasus virus Corona. Dengan demikian, kita patut mengapresiasi sikap pemerintah daerah menangani dan mencegah virus Corona melalui pola social distancing.

Di sisi lain, kita perlu mengingatkan agar social distancing harus diterapkan semua lembaga pendidikan. Apabila ditemukan ada pengelola sekolah mengabaikan kebijakan pemerintah maka segera ditindak.

Para guru hendaknya memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah. Pengontrolan siswa tetap dilakukan oleh guru dengan menggunakan media komunikasi yang tersedia.

Momen liburan selama dua pekan hendaknya tidak digunakan oleh siswa untuk pergi ke tempat lain dengan tujuan berkumpul bersama teman-teman, dan atau mengunjungi keluarga serta kerabat kenalan.

Berikutnya, para orangtua memberi pengertian kepada anaknya mengenai bahaya virus Corona. Orangtua harus senantiasa mengontrol anaknya. Jika jenuh menyergap maka perlu upaya lain untuk meningkatkan suasana hati anak, misalnya membaca buku, menonton film dan mendengar musik.

Selain itu, orangtua terus mengingatkan anak untuk mencuci tangan serta etika batuk yang benar. Hindari kontak dengan siapa pun termasuk anggota keluarga lainnya. Meski ini cara-cara sederhana, namun dilakukan dengan serius dan kontinyu maka kita bisa terhindar dari paparan virus Corona. Semoga. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved