Jemaah NTT yang Ikut Ijtima di Gowa Butuh 4 Hari untuk Tahu Hasil Uji Laboratorium Positif Covid-19
Jemaah NTT yang ikut Ijtima di Gowa butuh 4 hari untuk tahu hasil uji laboratorium positif Covid-19
Jemaah NTT yang ikut Ijtima di Gowa butuh 4 hari untuk tahu hasil uji laboratorium positif Covid-19
POS-KUPANG.COM | GOWA - Ternyata tim medis di Sulsel masih butuh empat hari untuk mengetahui apakah seorang yang diduga terpapar virus corona disease 2019 ( Covid-19) terkonfirmasi positif.
Keterbatasan akses, minimnya alat pertahanan diri (APD) paramedis, dan belum adanya peralatan terverifikasi uji laboratorium virus mematikan jadi kendala teknis.
Hal serupa dialami untuk mengetahui apakah ada Peserta ijtima Dunia 2020 Zona Asia Tabligh Dunia di Pakkatto, Gowa yang positif setelah diisolasi.
• Dikendarai Sopir Tembak dan Mengantuk Mobil Extrail Rusak Berat Setelah Seruduk Pembatas Jalan
Hal ini terungkap dalam pertemuan terbatas antara sesepuh dan panitia Ijtima Tabligh, Pemkab Gowa, aparat keamanan, di rumah jabatan Gubernur Sulsel di Jl Sungai Tangka No 1, Makassar, Kamis (19/3/2020) pagi.
"Kita pasti taat pemerintah, dan akan kembali, tapi pemulangan ini tunggu jadwal tiket kapal laut, pesawat, tanggal 23 Maret itu," kata Mustari, salah sorang panitia logistik dan transportasi Ijtima kepada Tribun, Kamis (19/3/2020).
• Siswi SMAS Katolik St John Paul II Maumere Juara Kompetisi Sains Rayon Flores-Lembata
Rapat dipimpin langsung Gubernur, Pangdam, Kapolda, BNPB, Kadis Kesehatan, Kakanwil Kemenag, Ketua MUI.
Dia menyebutkan selama 4 hari masa isolasi, sekitar 441 delegasi WNI dari 9 negara, dan 8000a-n delegasi dari 30 provinsi, masih berada di venue acara.
Pasokan Makanan, lauk, minuman, sayuran, beras terus dijaga.
"Jamaah kan butuh makan. Jamaah ini bayar uang urunan Rp93 ribu untuk konsumsi," ujar Mustari.
Panitia, Majelis dan sekitar 8000-an peserta pertemuan (Ijtima) Komunitas Tabligh Dunia Zona Asia 2020 di Pakkatto, Gowa, Kamis (19/3/2020), secara bertahap mulai ke daerah asal masing-masing.
Komunitas dakwah global yang tahun ini berusia 100 tahun, menegaskan kembali mematuhi Imbauan pemerintah daerah dan maklumat Polda Sulsel, untuk tidak melanjutkan rangkaian pertemuan 4 hari (18-22 Maret) di Kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Dusun Nirannuang, Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulsel ini.
Belum ada jadwal pasti kapan dan dimana acara ini kembali dihelat.
Sejak Rabu (18/3) malam, sekitar 1000-an peserta dari Sulawesi yang pemulangan peserta yang bisa diakses darat susah berlangsung.
Sedangkan sekitar 441 WNI dari 9 negara, juga sudah mendapat akomodasi penginapan yang disiapkan pemerintah provinsi, sembari terus diisolasi.
"Kalau ada yang bisa mereschedule tiket mereka, segera akan kembali," kata Bacri Alim, jamaah yang ikut mengantar 6 WNA asal Arab Saudi ke lokasi acara, Rabu (18/3/2020) kemarin.
Sementara untuk peserta dari WNI, akan diinapkan di asrama haji.
"Nanti akan dibangun tenda dari TNI, Polri termasuk disiapkan dapur umum," kata Kapala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, M Iqbal kepada Tribun, siang tadi.
Satu Peserta Ijtima Dirujuk ke RS Haji Makassar
Dikutip dari Kompas.com, seorang peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Pakkatto, Kabupaten Gowa, dirujuk ke Rumah Sakit Haji Makassar, Sulawesi Selatan, lantaran mengalami demam tinggi.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, peserta Ijtima yang mengalami deman tinggi tersebut merupakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga kelelahan.
"Sampai sekarang, belum ada laporan peserta Ijtima yang suspect virus corona. Tapi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, melaporkan ada seorang warga NTT yang menjadi peserta Ijtima yang mengalami demam tinggi dan sudah dirujuk ke RS Haji, Makassar," kata Nurdin kepada wartawan di rumah dinasnya, Kamis (19/3/2020).
Nurdin mengungkapkan, saat ini warga NTT yang mengalami demam tinggi di lokasi Ijtima sedang dalam penanganan tim medis dan menjalani pemeriksaan intensif.
"Kita sudah siagakan tim medis di lokasi Ijtima hingga seluruh peserta membubarkan diri.
Karena, Ijtima Dunia 2020 resmi ditunda. Kita juga akan memfasilitasi para peserta hingga pulang ke daerahnya masing-masing," tuturnya.
Diketahui, Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang akan dilaksanakan Minggu 20-22 Maret 2020 di Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akan ribuan jemaah dari berbagai negara.
Tak hanya itu, 478 Warga Negara Asing (WNA) dari 48 negara juga bakal menghadiri acara tersebut.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyampaikan bahwa Ijtima Asia 2020 disepakati untuk ditunda sementara.
Pemkab Gowa, kata Adnan, akan memfasilitasi pemulangan Jamaah Ijtima Asia dari Gowa ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kontak jamaah Ijtima Asia dengan masyarakat Kabupaten Gowa, maupun masyarakat Kota Makassar selama diperjalanan.
"Nanti kami yang siapkan kendaraan kalau misalnya mereka mau pulang sesuai dengan tiket pesawatnya masing-masing," kata Adnan kepada Tribun, Kamis (19/3/2020).
Selain itu, orang nomor satu Pemkab Gowa ini juga kembali menurunkan tim kesehatan untuk melakukan penyemprotan desinfektan.
Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona ( Covid-19).
Adnan memastikan tidak ingin membuat masyarakat Kabupaten Gowa ataupun daerah panik cemas dan panik.
Putra mendiang Ichsan Yasin Limpo itu menambahkan bahwa peserta Ijtima Asia 2020 akan diisolasi sementara di lokasi kegiatan.
Selama menantikan tiket pulang ke negeri asal dan kampung masing-masing, para jamaah tetap tinggal di lokasi kejadian.
Hal itu akan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para Jamaah Ijtima Asia 2020 sehat dan tidak terpapar virus corona.
"Sebelum dia kembali, kita akan jaga dulu di situ. Jadi semacam diisolasi dulu di situ," kata Adnan.
"Nanti begitu betul-betul jadwalnya tiket kepulangannya sudah tiba baru mereka akan pulang ke tempat masing-masing. Pemkab akan terus lakukan upaya itu, utamanya pemeriksaan kesehatan," sambung Adnan.
Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Boy Samola dan Dandim 1409 Gowa Letkol Muh Syuaib terus berupaya melobi panitia pelaksana.
Hingga akhirnya, kegiatan Ijtima Asia 2020 disepakati untuk dibatal penyelenggaraannya.
"Alhamdulillah, akhirnya sepakat Ijtima dunia ditunda pelaksanaannya," kata Adnan dalam unggahan Instagramnya, Kamis (19/3/2020) dini hari.
Sebelumnya diberitakan, ribuan jamaah Ijtima Asia 2020 dilaporkan berkumpul di Kabupaten Gowa, Rabu (18/3/2020) malam.
Panitia pelaksana tetap menyelenggarakan kegiatan meski Pemerintah Kabupaten Gowa tidak memberikan izin kegiatan.
"Kegiatan ini sudah pembukaan malam. Ada 12 ribu orang," kata salah seorang panitia, Mustari Burhanuddin saat dihubungi Tribun, Rabu (18/3/2020) malam.
Mustari merupakan panitia bagian seksi transportasi. Ia bertugas menjemput peserta.
Selain peserta dari dalam negeri, ada pula peserta dari luar negeri.
Mustari menuturkan peserta kegiatan luar negeri antara lain Malaysia, Thailand, Arab Saudi.
"Jadi sedikit ji yang datang. Banyak peserta yang gagal datang kerena mereka di-lock down," ujarnya.
Mustari menyampaikan, dari 12 ribu peserta, 100 diantaranya berasal dari luar negeri.
Ia mengklaim, bahwa para peserta luar negeri sudah berada di Indonesia sejak tiga Minggu lalu.
"Masa inkubasi Corona kan 14 hari. Ini mereka sudah di Indonesia sejak 3 minggu lalu," klaimnya. (Tribun Timur/Ari Maryadi/Kompas.com/Hendra Cipto)