Jaringan Internet Buruk, Hasil UNBK Siswa SMKN I Amfoang Barat Laut Dikirim dari Pinggir Pantai

manajemen SMKN I Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, menerapkan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Dok. SMKN I Amfoang Barat Laut.
Para guru, pengawas dan Panitia UNBK di SMKN I Amfoang Barat Laut sedang menunggu jaringan yang baik di pinggir Pantai Soliu untuk mengirim hasil UNBK secara online. 

 
Jaringan Internet Buruk, Hasil UNBK Siswa SMKN I Amfoang Barat Laut Dikirim dari Pinggir Pantai

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Untuk pertama kalinya manajemen SMKN I Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, menerapkan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Namun, jaringan internet di kawasan sekolah ini sangat buruk sehingga harus mencari titik signal internet yang bagus. Maka oleh pihak sekolah bersama operator dan pengawas ujian, menyimpan hasil ujian secara offline, barulah dikirim dari pinggir pantai Soliu yang jaringan internetnya bagus.

Jacobus Bere Seran, guru pada SMKN I Amfoang Barat Laut menyampaikan hal ini ketika dihubungi Pos-Kupang.com ke Amfoang, Selasa (17/3) malam.

Jack mengakui kondisi yang dialami pihaknya pada penyelenggaran UNBK yang baru pertama kali diterapkan di SMKN I Amfoang Barat Laut, terkait jaringan internet.

Area di sekolah ini jaringan internetnya tidak stabil sehingga proses  pengiriman hasil UNBK bagi 47 siswa peserta UNBK di  sekolah itu secara online mengalami kesulitan.

"Kalau kegiatan UNBK berjalan aman dan lancar. Kendala cuma pengiriman hasil UNBK secara online langsung dari sekolah tidak bisa. Jaringan naik turun. Makanya langkah yang dilakukan pihak sekolah bersama operator dan pengawas ujian, menyimpan hasil ujian secara offline, barulah dikirim dari pinggir pantai Soliu yang jaringan internetnya bagus," jelas Jack.

Menurutnya, mereka sangat terbantu dengan jarak sekolah dengan pantai Soliu hanya sekitar 30-an meter sehingga tidak menyulitkan para guru yang memikul peralatan pendukung komputer ke pinggir pantai.

"Kami bersyukur masih bisa dapat jaringan full di pantai soliu sehingga hasil ujian yang disimpan secara offline kemudian disinkronkan baru  bisa dikirim secara online dari pinggir pantai. Listrik juga masih aman karena kami koordinasi dengan PLN agar siang hari selama UNBK bisa dinyalakan, karena selama ini memang listrik menyala cuma malam hari saja," katanya.

Apakah pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT sudah mengetahui hal ini, menurut Jack, beberapa waktu lalu pihak dinas sudah turun dan merasakan sendiri soal bagaimana sulitnya mencari jaringan internet.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Dapil Amfoang, Oktofianus La'a ketika dimintai pendapatnya mengakui soal kondisi jaringan internet yang kurang bagus di wilayah Amfoang secara umum terkhusus di Amfoang Barat Laut.

Mengenai persoalan yang dihadapi manajemen SMKN I Amfoang Barat Laut ini, Okto menjelaskan, dirinya melihat sendiri di lokasi dan memang jaringan sangat buruk, sehingga pihak sekolah bersama pengawas ke pinggir pantai mengirim hasil UNBK secara online.

Bakal Calon Bupati Marthen Toni Optimis Peroleh Pintu Parpol Bertarung Pada Pilkada Kali Ini

Merciana D Jone Resmi Kakanwil Kemenkumham NTT, Emi Nomleni : Ini Kebanggaan Perempuan NTT

"Saya minta kalau bisa penyedia layanan internet khususnya Telkomsel supaya bisa perhatikan jaringan internet. Ini baru tingkat SMK, nanti SMA dan SMP. Kasihan sekolah yang jauh dari pantai dimana jaringan naik turun. Mereka harus mencari titik jaringan yang bagus barulah bisa mengirim hasil UNBK secara online," ujar mantan Komisioner KPU Kabupaten Kupang ini.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved