Jaga Integritas dan Netralitas, Pengawas Kelurahan dan Desa di Manggarai Harus Bekerja Profesional
Jaga integritas dan netralitas, Pengawas Kelurahan dan desa di Manggarai harus bekerja profesional
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
"Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat belum bisa berjalan efektif. Tugas pengawasan yang diemban oleh Pengawas Kelurahan/Desa adalah tugas pengawasan masyarakat yang melembaga. Karena itu masyarakat harus didorong berpartisipasi dalam pengawasan. Karena sesungguhnya kita hanyalah penyelenggara dan masyarakat adalah pengawasnya. Itulah konsep pengawasan partisipatif," terang Manah.
Dalam pelaksanaan Pemilihan, Bawaslu hadir bukan hanya sekedar sebagai pengawas tetapi Bawaslu hadir memberi kepastian hukum kepada setiap proses tahapan Pemilihan.
"Karena itu sebagai Pengawas Pemilihan saya berharap Pengawas Kelurahan/Desa terpilih harus profesional, bersih, jujur dan netral. Pengawas harus bisa jaga diri, jaga perilaku, kedepankan netralitas dan independensi. Kita bekerja dalam satu bingkai yang namanya Badan Pengawas Pemilu. Jaga marwah Bawaslu dengan cara itu," ungkapnya tegas.
Ia juga mengingatkan, tugas Pengawas Pemilihan itu tidak mudah, oleh karena itu persiapkan diri sebaik mugkin dan bekali diri kita dengan aturan serta sering-sering membangun komunikasi, koordinasi dan konsultasi dengan Panwascam.
Kegiatan itu dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Kabupaten Manggarai, Fortunatus H. Manah beserta jajaran, Kepala Sekretariat Panwascam Cibal beserta jajaran, Ketua dan Anggota PPK Kecamatan Cibal, Perwakilan Polsek Cibal, Oktha, serta Pater Aba, OFM selaku Tokoh Agama di Kecamatan Cibal. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)