Cairkan Ketegangan Eksekutif dan Legislatif, Religius Usfunan: Kita Akan Bangun Komunikasi

Cairkan ketegangan eksekutif dan legislatif, Religius Usfunan: kita akan bangun komunikasi

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Ketua Fraksi NasDem, Hendrik Babys 

Cairkan ketegangan eksekutif dan legislatif, Religius Usfunan: kita akan bangun komunikasi

POS-KUPANG. COM | SOE - Hubungan antara lembaga eksekutif dan legislatif di Kabupaten TTS saat ini tengah renggang. Hal ini bermula ketika DPRD berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bupati TTS, Egusem Piether Tahun. Rencana tersebut ternyata tak disambut baik oleh Bupati Tahun.

Dirinya sempat menolak untuk menghadiri RDP karena menilai tak ada yang urgen sehingga harus diadakan RDP. Bahkan ia menyebut tunggu sampai do'o dirinya tak akan datang menghadiri RDP.

Pilkada 2020 - Inilah Waktu Penyampaian Dukungan Perseorangan dari KPU ke PPS

Pernyataann Bupati Tahun tersebut direspon ketua komisi 1 DPRD TTS, Uksam Selan dengan menyebut pernyataan tersebut seperti anak-anak dan seperti orang mabuk.

Komentar Uksam Selan ternyata menyulut amarah Bupati Tahun. Jika sebelumnya ia berkeras tak akan menghadiri RDP, kali ini dirinya melunak dengan bersedia menghadiri RDP.

Pria ODP Covid-19 Asal Lembata Jalani Operasi Usus Buntu

Bahkan, ia akan membawa minimal 1000 ASN dan 500 keluarganya untuk menghadiri RDP.
Tak sampai disitu, Bupati Tahun juga akan berorasi dalam perjalan menunju gedung DPRD Kabupaten TTS.

Selain itu, Bupati Tahun juga mengancam akan mencabut Perbup terkait hak keuangan DPRD Kabupaten TTS. Jika dicabut Perbup tersebut, maka segala hak-hak anggota DPRD Kabupaten TTS tidak bisa dibayarkan.

Tak sampai disitu, dirinya juga akan melaporkan Uksam Selan ke pihak kepolisian terkait dugaan penghinaan dengan menyebut Bupati seperti anak kecil dan seperti orang mabuk.

Menyikapi naiknya suhu politik antara Eksekutif dan Legislatif, Wakil Ketua DPRD Kabupaten TTS, Religius Usfunan mengatakan, pimpinan DPRD TTS akan mencoba membangun komunikasi dengan pihak eksekutif guna mencairkan suasana.

Ia menyebut, ketegangan yang saat ini terjadi sebagai dinamika politik. Ia berharap sebagai seorang yang bijak, Bupati Tahun bisa merespon dinamika yang terjadi secara bijak. Ia juga berharap tidak ada aksi saling lapor.

"Karena saat ini saya masih di luar daerah, nanti pulang baru kita coba bangun komunikasi guna mencairkan suasana yang ada. Jika ada pernyataan anggota DPRD yang dinilai tidak etis dan menyakitkan maka perlu ada permohonan maaf. Saya kira itu tidak menjadi soal kalau kita salah, sisa minta maaf," ungkap Usfunan kepada POS-KUPANG.COM melakui sambungan telepon seluler.

Terpisah, Ketua Fraksi Nasdem, Hendrik Babys kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (15/3/2020) berharap pimpinan DPRD TTS bisa membangun komunikasi dengan pimpinan eksekutif guna menurunkan tensi politik yang saat ini naik.

Dirinya khawatir, kerenggangan hubungan antara lembaga eksekutif dan legislatif bisa berimbas pada pelayanan kepada masyarakat.

"Untuk menyikapi persoalan ini seharusnya di level pimpinan, baik eksekutif maupun legislatif harus duduk bersama bangun komunikasi guna mencari situasi. Dua lembaga ini seharusnya saling bersinergi untuk membangun daerah ini," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati TTS Egusem Piether Tahun akan segera melaporkan ketua fraksi PKPI DPRD TTS, Uksam Selan ke Polres TTS terkait dugaan penghinaan.

Hal ini menyusul komentar Uksam Selan di media cetak yang menyebut Bupati Tahun seperti anak kecil dan seperti orang mabuk dengan menyebut DPRD TTS tunggu sampai do'o, dirinya tak akan menghadiri undangan rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin mendatang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved