Pandemi Corona

Ahli Sebut Deteksi Virus Corona Lambat, Inveksi Virus Covid-19 Indonesia Lebih Banyak dari China

Ahli Kesehatan Sebut Deteksi Virus Corona Lambat, Inveksi Virus Covid-19 di Indonesia Lebih Banyak dari China

Editor: Hasyim Ashari
(Shutterstock)
Ahli Sebut Deteksi Virus Corona Lambat, Inveksi Virus Covid-19 Indonesia Lebih Banyak dari China 

Ahli Kesehatan Sebut Deteksi Virus Corona Lambat, Inveksi Virus Covid-19 di Indonesia Lebih Banyak dari China

POS-KUPANG.COM - Ahli Kesehatan Publik di Harvard University menilai Covid-19 di Indonesia mestinya dapat terdeteksi jauh lebih awal, sejak virus corona mulai mewabah di China.

Kendati demikian, imbauan tersebut menjadi kontroversi hingga akhirnya dua pekan lalu, pemerintah mulai mengumumkan dua pasien pertama yang positif Covid-19.

Dalam diskusi Menghadapi Covid-19 Coronavirus di Indonesia oleh Public Health Harvard Club Indonesia (HCI) Shared Interest Group, dr. Panji Fortuna Hadisoemarto, peneliti dan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Padjajaran mengatakan bagaimana Singapura dapat lebih cepat mendeteksi corona.

Pertemuan Bakohumas Lingkup Provinsi NTT Bahas Informasi Publik Sikapi Corona, DBD dan ASF

Anies Baswedan Sebut Sebagian Tenaga Medis di Jakarta Terpapar Covid-19, 96 Pasien Positif Corona

"Outbreak di China mulai diberitakan akhir Januari, lalu mulai terdeteksi di tempat-tempat lain. Di Singapura tidak lebih dari 2 minggu setelah kasus China, mereka sudah mendeteksi," ungkap dr. Panji, Sabtu (14/3/2020).

Sedangkan di Indonesia, baru mengumumkan kasus infeksi Covid-19, pada hari ke-40 setelah wabah di China diumumkan.

"Jika melihat dengan model epidemiologi untuk virus corona ini, mestinya secara teori, Indonesia sudah menemukan kasus, saat China mengumumkan kasusnya," kata dr. Panji.

Panji menjelaskan ada dua hal yang perlu dilihat dari kasus virus corona di China dan Indonesia.

Dia menilai tampaknya kasus di Indonesia peningkatannya infeksi virus cenderung lebih banyak dari China.

Apabila dilihat dari koefisien dan eksponensial infeksi virus SARS-CoV-2 di China sebesar 0,3 dan di Indonesia 0,35.

"Di hari ketujuh dan kedelapan, ada pelaporan kasus (Covid-19) yang sangat tajam. Secara absolut tidak banyak, hanya sekitar 6 sampai menjadi 19 kasus," paparnya.

Anies Baswedan Sebut Sebagian Tenaga Medis di Jakarta Terpapar Covid-19, 96 Pasien Positif Corona

HEBOH Asmiranda Pindah Agama dan Menikah dengan Rivanno,7 Tahun Nikah Belum Punya Anak,Bayi Tabung?

Namun, secara relatif data ini hampir tiga kali lipat.

Artinya, kata dr.Panji, besar kemungkinan kasus-kasus yang ditemukan komulatif dari sebelumnya.

Panji mengatakan mestinya Indonesia bisa menemukan kasus sekitar seminggu lebih awal dibandingkan dari yang ditemukan kurang lebih dari 11 hari lalu.

"Modeling epidemiologi itu ternyata tidak selalu salah, bahwa mestinya kita sudah ada kasus Covid-19 jauh lebih awal dari yang kita ketahui sekarang," jelas alumni Public Health Harvard University ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved