7 Pasien DBD di Kabupaten Maggarai Barat Dirawat di Rumah Sakit

terdapat sebanyak 7 pasien Demam Berdarah (DBD) dirawat di rumah sakit di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GECIO VIANA
Kadis Kesehatan Kabupaten Mabar, Paulus Mami saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/3/2020). 

7 Pasien DBD di Kabupaten Maggarai Barat Dirawat di Rumah Sakit

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hingga pertengahan Maret 2020, terdapat sebanyak 7 pasien Demam Berdarah (DBD) dirawat di rumah sakit di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar, Paulus Mami saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/3/2020).

"Posisi sekarang, pada pertengahan Maret 2020 ini terdapat sebanyak 7 pasien yang dirawat dan tidak ada yang meninggal," katanya.

Diakuinya, jumlah pasien DBD di tahun 2020 menurun drastis dari tahun sebelumnya.

PadaJanuari 2019 lalu, tercatat sebanyak 330 pasien DBD, sedangkan di bulan Januari 2020, terdapat sebanyak 24 pasien DBD.

Lebih lanjut, pasien DBD pada Februari 2019 tercatat sebanyak 150 pasien, dan di Februari 2020 tercatat sebanyak 70 pasien DBD.

"Untuk menekan angka pasien DBD, tim kami lakukan penyelidikan epidemiologi, lalu gerakan 3 M plus, pertama lakukan penyuluhan-penyuluhan, lalu lakukan pembersihan lingkungan secara bersama sehingga jangan ada tempat nyamuk bersarang dan lakukan fogging jika temukan kasus dan melakukan pengumuman lewat desa dan gereja," jelasnya.

Menurut Paulus, upaya menekan angka penderita DBD akan lebih efektif saat semua komponen bergerak bersama, terutama Dinas Lingkungan Hidup dapat bekerja sama dengan pihak desa untuk melakukan pembersihan lingkungan.

"Dinas Lingkungan Hidup harus bekerja sama dengan pihak pemerintah desa agar secara bersama melakukan pembersihan lingkungan. Kita tidak bisa persalahkan masyarakat karena mereka sibuk, tidak terlalu paham sehingga kita harus giring mereka," ujarnya.

Selain itu, pemerintah desa juga diharapkan memiliki peraturan desa (perdes) untuk mengatur bekerja bersama melakukan pembersihan lingkungan secara kontinyu.

"Mungkin ada kerja bakti bersama pada hari Jumat seminggu sekali, harus ada itu baru bergerak ke tingkat atas, sambil kita lakukan pemberdayaan kepada masyarakat," ungkapnya.

Pihaknya pun melakukan pendekatan melalui gereja di mana telah bertemu dengan kelompok doa di Gereja Maria Bunda Segala bangsa dan menyampaikan masing-masing kelompok doa melakukan bersih lingkungan minimal 1 bulan satu kali dan menanam tanaman sereh di lingkungan rumah.

"Selain sebagai bumbu dapur, tanaman ini (sereh) tidak disukai nyamuk karena wanginya," jelasnya.

Saat ditanya kecamatan mana yang memiliki tingkat kerawanan DBD, Paulus menyebut, kecamatan yang rawan yakni Kecamatan Komodo, Kecamatan Sano Nggoang dan Kecamatan Boleng.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved