Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi IKM Undana Sambangi SMK Tunas Isai Babau
Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi (Prodi) Ilmu Kesehatan Masyarakat ( IKM) Universitas Nusa Cendana Kupang menyambangi SMK Tunas Isai Babau
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi (Prodi) Ilmu Kesehatan Masyarakat ( IKM) Universitas Nusa Cendana Kupang menyambangi SMK Tunas Isai Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Kehadiran mahasiswa Pasca Sarjana ini dilakukan atas swadaya mahasiswa sebagai kuliah lapangan dan promosi kesehatan untuk Mata Kuliah Kesehatan Ibu dan Anak.
• Kepala Staf Umum TNI Dijemput Bupati Belu dan Malaka di Bandara A A Bere Tallo
Mengutip Rilis dari Tim Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi IKM Undana yang dikirim ke Pos-Kupang.com, Jumat (13/3) disebutkan, kegiatan kuliah lapangan ini menghadirkan Dosen Pengajar Mata Kuliah KIA, Dr. Ina Debora Ratu Ludji, SKp.MKes, Dr. Idawati Trisno, dr.MKes.
Mahasiswa pasca sarjana sebanyak 13 orang berasal dari berbagai Institusi seperti, Poltekes Kemenkes Kupang, Fakultas Kedokteran Undana, Universitas Citra Bangsa, STIKes Maranatha, RSU SK Lerik Kota Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Puskesmas di Kota Kupang.
• Belajar Jadi Entrepreneur di IDEACLOUD
Mahasiswa dari berbagai Profesi di bidang kesehatan yaitu, Dokter umum 2 orang, Dokter gigi 2 orang, Perawat 3 orang, Bidan 2 orang, Kesmas 2 orang dan Nutrisionis 2 orang. Pelaksanaan kegiatan pada Senin, 9 Maret 2020 di SMK Tunas Isai Babau yang melibatkan Siswa Kelas 1 dan Kelas 3 Berjumlah 117 orang
Adapun Topik yang disampaikan saat tatap muka bersama soal Kesehatan Reproduksi Remaja untuk Reproduksi Sehat, Persiapan Menjadi Calon Ibu dan Ayah yang Sehat Sehingga Menghasilkan Generasi Sehat dan Cerdas secara IQ, EQ, SQ.
Remaja menurut WHO adalah usia 10-19 tahun. Masa remaja sebagai masa transisi untuk menjadi dewasa muda. Siap bereproduksi sehat baik secara fisik dan mental pada usia > 25 tahun. Pada remaja putri dikatakan sehat secara fisik apabila hasil pengukuran antropometrinya Lila > 23,5 cm, BB> 45 kg, TB > 145 cm.
Kegiatan yang dilakukan berupa Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, Pengukuran TB, BB dan Lila, Penentuan status gizi remaja baik remaja laki-laki maupun remaja perempuan.
Kegiatan Inipun dalam rangka mendukung program pemerintah daerah (Gubernur NTT) dan Presiden Joko Widodo untuk penurunan AKI, AKB serta penanggulangan stunting.
NTT saat ini adalah provinsi dengan angka stunting tertinggi yaitu 42,6% dari 34 provinsi di Idonesia. Artinya jika ada 10 balita maka 4-5 balita adalah stunting (Pendek dan sangat pendek).
Kondisi ini hanya dapat dicegah melalui kerjasama yang baik dari lintas sektor dan lintas program kesehatan dengan intervensi spesifik hanya bisa memaksimalkan kolaborasi 20% untuk penurunan stunting sedangkan 80% adalah perlu intervensi sensitive dari sektor lain diluar kesehatan yaitu pendidikan, pertanian, perkebunan, perindustrian, Bapeda, Pariwisata, Kominfo, Sosial dan lain-lain.
Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada usia balita akibat dari kekurangan energi kronis sehingga anak pendek/sangat pendek, berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan perkembangan anak termasuk kecerdasan anak.
Untuk penurunan AKI, AKB dan stunting bisa dicegah dengan kesehatan reproduksi yang sehat dari remaja. Perlu peran serta orang tua, guru menjadi pendamping anak untuk hidup sehat
Pendampingan selama 1000 hari pertama kehidupan ibu hamil sampai dengan 2 tahun sesuai dengan 4 (empat) rekomendasi WHO Plus Immunisasi.
Rekomendasi itu sebagai berikut : Pada bayi : lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan rawat gabung (rooming in), ASI ekslusif 0-6 bulan, Mulai makanan pendamping ASI (MP ASI) 6 bulan-2 thn
Menyusui sampai dengan 2-3 tahun, Imunisasi lengkap, Promosi kesehatan yang berkelanjutan dari tenaga kesehatan.
Melakukan kerjsama lintas sektor dan lintas program untuk pencegahan stunting (advokasi, kolaborasi, integrasi, sinkronisasi program) untuk penanggulangan stunting.