Kadis Getrudis Minta Kades Mendata TKI yang Bekerja di Luar Negeri
TKI asal Ngada tersebut berasal dari Bajawa Utara dan meninggal di Malaysia. Pihak keluarga menjemput di Maumere.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Kadis Getrudis Minta Kades Mendata TKI yang Bekerja di Luar Negeri
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Getrudis Rote Lali, meminta seluruh Kepala Desa/Lurah yang ada di Ngada mendata semua TKI asal daerah mereka ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ngada.
Kadis Getrudis mengatakan jika ada data maka mudah mengetahui berapa jumlah dan dimana warga Ngada yang sedang bekerja di luar negeri.
Kata Kadis Getrudis saat ini pihaknya tidak memiliki data terkait jumlah pekerja migran Indonesia asal Ngada yang bekerja di luar negeri.
Dirinya meminta kepada para Kepala Desa dan lurah agar memiliki data dan laporkan kepada Dinas Nakertrans Ngada.
"Kamu punya masyarakat harus tau mereka kemana, harus ada data. Sehingga kami juga tau. Terus terang kami saat ini tidak ada data saat ini (soal jumlah PMI)," ujarnya.
Ia mengatakan kedepan akan berkoordinas dengan pemerintah desa guna mendata PMI asal Ngada. Sehingga Nakertrans mempunyai data yang jelas dan mereka bekerja dimana.
TKI Asal Ngada Meninggal Dunia di Malaysia
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Getrudis Rote Lali, menyebutkan tahun 2019 hingga 2020, ada 3 orang warga Ngada yang meninggal di Malaysia.
Kata Getrudis, tiga warga Ngada tersebut merupakan TKI yang bekerja diluar negeri dengan status ilegal karena tidak melalui prosedur yang jelas dan tidak tercatat di Dinas Nakertrans Ngada.
"Tahun 2019 ada dua orang yang meninggal di Malaysia dan tahun 2020 ini ada satu orang. Mereka semua ilegal karena tidak tercatat di Dinas Nakertrans Ngada," ujar Getrudis, Rabu (11/3/2020).
Getrudis menjelaskan warga Ngada yang meninggal Sabtu (7/3/2020) di Malaysia sudah hampir 22 tahun merantau ke Kalimantan dan diduga dari Kalimantan menuju ke Malaysia karena ada bukti paspor.
"Kita cek dari keluarga bahwa orang ini sudah berkeluarga dan sudah hampir 22 tahun merantau disana," ujarnya.
Ia menyampaikan setelah mendapatkan informasi dari BP3TKI Kupang pihaknya berkoodinasi untuk kepulangan jenazah. Info awalnya dari Kupang menuju Aimere ternyata mereka ubah rute ikut Maumere menggunakan pesawat.
Dua orang warga Ngada yang meninggal tahun 2019 semua ditanggung perusahaan tempat mereka bekerja. Sedangkan yang meninggal 2020 ditanggung oleh perusahaan hanya sampai di Kupang saja. Sedangkan ke Bajawa tidak ada, sehingga pihak keluarga sudah menanggung biaya untuk kepulangan jenazah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tki-malang-ilsutarsi.jpg)