VIDEO: UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT Eliminasi Malaria, Gelar Training Analis Kesehatan

VIDEO : UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT Eliminasi Malaria, Gelar Training Bagi Analis Kesehatan. Peserta akan memperoleh sertifikat.

VIDEO : UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT Eliminasi Malaria, Gelar Training Bagi Analis Kesehatan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT Eliminasi Malaria, Gelar Training Bagi Analisis Kesehatan

Unit Pelayanan Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar job training bagi analis kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Labkes Provinsi NTT, Rabu-Jumat (11-13/3/2020), diikuti 14 peserta yang berasal dari sejumlah rumah sakit dan klinik di Kota Kupang.

Kepala Labkes Provinsi NTT, Agustinus Sally mengatakan, job training dilaksanakan dalam rangka eliminasi malaria di Kota Kupang.

VIDEO – DBD Kembali Mengamuk, RSUD Bajawa Rawat 4 Pasien

VIDEO SHIO Rabu 11 Maret 2020 Shio Ayam Dapat Promosi Shio Kuda Ketiban Musibah Lagi Sabar Ya

VIDEO - Janda Ini Terpaksa Tidur di Pinggir Jalan Setelah Kiosnya Dibongkar Paksa Satpol PP

Peserta akan memperoleh sertifikat eliminasi dari Kementerian Kesehatan.

"Yang mengikuti kegiatan ini dari rumah sakit, klinik pemerintah maupun swasta. Kita undang mereka ke sini. Kita koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk datangkan dan training para tenaga analisis ini," kata Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2020).

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih berharap Kota Kupang bisa menerima sertifikat eliminasi malaria.

Menurutnya, salah satu kunci utama dalam eliminasi malaria yakni peningkatan kapasitas bagi para tenaga analisis.

"Tenaga analis punya peran penting, karena mereka adalah penentu diagnosa. Mereka yang membuktikan di dalam kandungan darah ada plasmodium malaria atau tidak," ujarnya.

Mengenai kasus malaria di Kota Kupang, Sri menjelaskan, ada namun merupakan  kasus  impor.

"Ada kasus Malaria, tapi itu terjadi pada mereka yang pernah melakukan perjalanan keluar Kota Kupang yang kasusnya malarianya tinggi, misalnya ada yang ke Papua dan Sumba. Kita lakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai standar yang sudah ditetapkan," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Simak video selengkapnya! Like, Share and Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Jhony Simon Lena
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved