Pembangunan di Manggarai Barat Harus Ramah Lingkungan

Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs Agustinus Ch Dula mengatakan, Pembangunan di wilayah kepemimpinannya harus ramah lingkungan

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Bupati Manggarai Barat, Drs Agustinus Ch, Dula foto bersama sejumlah peserta Pelatihan Penandaan Anggaran Hijau di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo, Rabu (11/3/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs Agustinus Ch Dula mengatakan, Pembangunan di wilayah kepemimpinannya harus ramah lingkungan, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, Kabupaten Mabar yang telah ditetapkan sebagai salah satu daerah pariwisata super prioritas harus memiliki pembangunan yang juga mendukung lingkungan.

"Tidak ada satu pembangunan tanpa lingkungan, lahan, tanah dan ekologis, oleh karena kami sudah menjadi daerah pariwisata yang super prioritas. Maka semua pembangunannya harus disesuaikan dengan lingkungan atau ramah lingkungan," katanya sebelum membuka Pelatihan Penandaan Anggaran Hijau yang diinisiasi oleh LSM Burung Indonesia di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo.

LSM Burung Indonesia Dorong Pemkab Mabar Lakukan Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Ekologi

Diakuinya, pembangunan di kabupaten yang baru berusia 17 tahun ini, belum sepenuhnya fokus pada lingkungan, karena pembangunan yang ada masih berorientasi secara menyeluruh di semua kecamatan.

Sehingga diperlukan pembangunan di segala sisi baik infrastruktur dan lainnya yang ramah terhadap lingkungan.

"Oleh karena itu dalam diskusi ini mari kita saling mengisi bagaimana penganggaran harus berpedoman pada lingkungan," jelasnya.

Bobby Lianto Lantik Nico Matheus Mansjur Jadi Ketua Kadin Manggarai Ini Harapan Viktor Madur

Kabupaten Mabar, lanjut dia, secara tegas menolak tambang karena tambang dinilai akan merusak dan ditolak masyarakat serta tidak sesuai dengan arah pembangunan yakni pengembangan pariwisata.

Selain itu, hasil kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi rekomendasi bagi penyusunan RPJMD Kabupaten Mabar selanjutnya.

Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Burung Indonesia mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk melakukan perencanaan dan penganggaran berbasis ekologi.

Hal ini merupakan salah satu cara untuk pembangunan daerah yang lestari dan berkelanjutan.

"Salah satunya intervensi perencanaan dan penganggaran publik karena sumber daya yang banyak ada di sana (pemerintah)," kata Flores Programme Manager Burung Indonesia, Tiburtius Hani dalam Pelatihan Penandaan Anggaran Hijau di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo, Rabu (11/3/2020).

Kegiatan bertema "Mendorong Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Ekologi" ini digelar selama 2 hari sejak 11--12 Maret 2020.

Kegiatan yang terselenggara berkat kerja sama LSM Burung Indonesia, Pemkab Manggarai Barat dan Bird Life International ini juga menghadirkan OPD perwakilan dari Pemkab Mabar dan 3 provinsi lainnya di antaranya Maluku Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo

Tiburtius menjelaskan, perencanaan dan penganggaran berbasis ekologi ini diharapkan dapat dijalankan semua perwakilan pemerintah yang hadir.

Dengan demikian, semua kegiatan pembangunan di daerah akan berdampak pada keberlangsungan lingkungan dan ekologi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved