Salam Pos Kupang

Mencari Keuntungan dari Virus Corona

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: mencari keuntungan dari virus corona

Mencari Keuntungan dari Virus Corona
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: mencari keuntungan dari virus corona

POS-KUPANG.COM - SERANGAN virus corona kini menjadi trending topik di hampir seluruh media massa, baik media massa cetak maupun elektronik di seluruh dunia. Kondisi ini wajar terjadi karena serangan virus mematikan ini sudah merambah ke puluhan negara. Bahkan akibat gencarnya serangan virus corona, pemerintah negara Arab Saudi untuk sementara menangguhkan kegiatan umroh.

Di Indonesia, serangan virus corona ini semakin heboh ketika dua warga yang berdomisili di Depok Jawa Barat terindikasi terserang virus corona. Dan karena kejadian yang menimpa dua warga Depok tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung menyatakan bahwa Jawa Barat Siaga I.

Pariwisata Premium dan Anarcho-Capitalism

Kejadian di Depok Jawa Barat sontak membuat geger seluruh warga negara Indonesia. Tak ketinggalan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan ketika dua orang warga yang baru pulang dari negara terpapar virus corona berinisiatif datang memeriksakan diri di RSUD Johannes Kupang, Selasa (3/3/2020), sontak berita itu viral dan membuat warga Kota Kupang menjadi geger. Padahal dua warga itu belum positif terkena virus corona. Keduanya masih dalam status pemantauan.

Menariknya, di tengah gencarnya berita virus corona, persediaan masker begitu cepat habis. Bahkan di suatu daerah, aparat kepolisian berhasil mengamankan sebuah perusahaan berikut barang hasil produksinya karena membuat masker secara ilegal. Pemilik perusahaan ini seolah-olah hendak mencari keuntungan di tengah maraknya serangan virus corona.

Targetkan Meraih WBBM di 2020, PN Oelamasi Kembali Disupervisi

Sementara di tingkat pedagang perantara atau tempat-tempat yang secara resmi menjual masker selama ini, akhir-akhir ini juga selalu kehabisan stok masker. Apakah memang karena kebutuhan akan masker itu sangat tinggi dan melebihi kemampuan produksi sehingga persediaan di tempat-tempat penjualan resmi selalu habis?

Komedian Aming sebagaimana diberitakan Kompas.com sangat kesal dengan kejadian langkanya persediaan masker ini. Dengan sangat ekstrem, Aming mengatakan, sebenarnya yang membunuh manusia bukan virus corona tapi sesama manusia sendiri.

Orang kaya atau berduit bisa memborong membeli masker dalam jumlah banyak sehingga orang yang memiliki uang pas-pasan dan membeli dalam jumlah sedikit tidak mendapatkan masker. Atau pedagang perantara berusaha mencari keuntungan dengan menimbun atau menjual masker dengan harga tinggi agar bisa mendapatkan keuntungan berlipat-lipat.

Apa yang disinyalir Aming memang ada benarnya. Salah seorang pelayan di tempat penjualan masker di Kota Kupang mengakui harga masker sejak Februari lalu naik hingga 10 kali lipat.

Mencegah bertambahnya orang maupun pedagang yang mencari keuntungan di tengah maraknya masalah kemanusiaan ini, aparat kepolisian diminta terus melakukan penyelidikan. Jika menemukan pihak yang melakukan penimbunan dengan cara memborong masker dalam jumlah banyak, atau yang menaikkan harga diluar kewajaran harus diberikan tindakan tegas dan diberikan sanksi hukum. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved